"Pasukan keamanan di Bandara Domodedovo dilaporkan menekankan kepada para tahanan bahwa Iran adalah sekutu Rusia dan bahwa siapa pun yang merupakan musuh Iran adalah 'musuh kita juga',
Moskow, Suarathailand- Pihak berwenang Rusia dilaporkan telah menahan setidaknya 40 pemukim Israel di Bandara Domodedovo Moskow karena keterkaitan mereka dengan agresi tanpa provokasi rezim Israel terhadap Iran.
Para individu tersebut ditangkap di bandara setelah tiba dari Tel Aviv, lapor The Times of Israel, selain mengutip sumber yang dikutip oleh media Rusia Mediazona bahwa mereka diinterogasi selama berjam-jam.
Interogasi tersebut, tambah media Rusia, dilakukan di tengah kecurigaan adanya hubungan antara individu-individu tersebut dan serangan ilegal rezim terhadap Republik Islam yang menargetkan infrastruktur sipil, pemerintah, dan militer Iran dari tanggal 28 Februari hingga 7 April.
"Pasukan keamanan di Bandara Domodedovo dilaporkan menekankan kepada para tahanan bahwa Iran adalah sekutu Rusia dan bahwa siapa pun yang merupakan musuh Iran adalah 'musuh kita juga'," tulis surat kabar Israel tersebut.
Menurut media Rusia, para tahanan diminta untuk membuka kunci ponsel mereka, dan diperintahkan untuk mematikan perangkat tersebut ketika mereka menolak melakukannya.
Media tersebut menambahkan para tahanan dibebaskan setelah "intervensi" oleh kementerian luar negeri rezim Israel, dengan Tel Aviv menyampaikan kemarahannya atas penahanan tersebut, menyebutnya "sama sekali tidak dapat diterima," dan mengatakan bahwa mereka memandang masalah ini dengan serius.
Pembebasan mereka dimungkinkan setelah para tahanan menandatangani dokumen yang menyatakan "ketidakabsahan pelanggaran hukum," tambah laporan itu.
Agresi yang dimulai rezim tersebut bersama dengan Amerika Serikat telah memicu gelombang kritik internasional di tengah bukti yang sangat kuat bahwa para agresor sengaja menargetkan situs-situs sipil, termasuk sekolah, universitas, dan rumah sakit, serta energi dan infrastruktur vital lainnya.
Menurut Organisasi Medis Forensik Iran, agresi tersebut telah menyebabkan kematian 3.375 orang.



