4 Provinsi di Thailand Selatan Diguncang Serangan Saat Ramadan

Otoritas keamanan setempat telah waspada terhadap kemungkinan serangan pemberontak selama bulan Ramadhan. 


> 20 serangan di Pattani, 11 di Yala, enam di Narathiwat, dan dua di Songkhla.

> Rangkain serangan ini diduga dilakukan para oknum pemberontak.

> Akibat serangan tersebut sedikitnya satu orang tewas.


Otoritas keamanan Thailand menyatakan empat provinsi di Thailand Selatan diguncang 39 serangan pada Jumat dini hari. Akibat serangan tersebut sedikitnya satu orang tewas. Rangkain serangan ini diduga dilakukan para oknum pemberontak.

Korban tewas adalah seorang wanita pegawai sebuah toko serba ada di provinsi Pattani. Korban dilaporkan sebagai warga negara Myanmar. Korban dilaporkan tewas akibat ledakan bom rakitan.

Kolonel Ekwarit Chobchuphon, juru bicara kantor depan Komando Operasi Keamanan Internal (ISOC) Wilayah 4, mengatakan pada hari Jumat bahwa serangan pertama terjadi sekitar jam 1 pagi.

Kolonel Ekwrit  mengatakan berkat intelijen, otoritas keamanan telah berkali-kali menggagalkan rencana serangan serupa. Namun, serangan-serangan terbaru ini dilakukan oleh kaum muda yang tidak mempunyai catatan pernah melakukan serangan-serangan pemberontak.

“Mereka tidak memiliki surat perintah penangkapan terhadap mereka. Mereka adalah kelompok penyerang baru yang tidak tercatat dalam catatan. Jadi, sulit untuk mengambil tindakan preventif terhadap mereka,” ujarnya.

Di Narathiwat, pemberontak melakukan serangan pembakaran di enam distrik yang menargetkan pabrik dan bisnis konstruksi. Tujuh belas kendaraan dan penginapan pekerja dibakar, kata polisi.

Di Yala, serangan pembakaran menargetkan dua toko serba ada 7-Eleven, sebuah toko furnitur, tiang listrik, dan antena jaringan seluler.

Di Pattani, tiga toko 7-Eleven menjadi sasaran serangan pembakaran terpisah. (nation)

Dia mengatakan total 20 serangan dilaporkan di Pattani, 11 di Yala, enam di Narathiwat, dan dua di Songkhla.

Ekwarit mengatakan korban yang tewas bekerja di sebuah toko serba ada di distrik Mayo Pattani yang terletak di sebuah pompa bensin. Dia dinyatakan meninggal setelah tiba di rumah sakit.

Pihak berwenang sedang menyelidiki dan mengumpulkan bukti untuk menemukan pelaku serangan ini.

Korban menderita luka parah setelah lima penyerang bersenjata tiba di pompa bensin sekitar pukul 01.30 pagi dan memicu alat peledak rakitan di dalam tabung gas setelah meletakkannya di dispenser bahan bakar, menurut sumber ISOC.

Kolonel Ekwrit mengatakan pada hari Jumat bahwa otoritas keamanan setempat telah waspada terhadap kemungkinan serangan pemberontak selama bulan Ramadhan ini yang bertepatan dengan peringatan 20 tahun tindakan keras Takbai terhadap pengunjuk rasa Muslim di provinsi Narathiwat.

Kolonel Ekwrit  mengatakan berkat intelijen, otoritas keamanan telah berkali-kali menggagalkan rencana serangan serupa. Namun, serangan-serangan terbaru ini dilakukan oleh kaum muda yang tidak mempunyai catatan pernah melakukan serangan-serangan pemberontak.

“Mereka tidak memiliki surat perintah penangkapan terhadap mereka. Mereka adalah kelompok penyerang baru yang tidak tercatat dalam catatan. Jadi, sulit untuk mengambil tindakan preventif terhadap mereka,” ujarnya.Di Narathiwat, pemberontak melakukan serangan pembakaran di enam distrik yang menargetkan pabrik dan bisnis konstruksi. Tujuh belas kendaraan dan penginapan pekerja dibakar, kata polisi.

Di Yala, serangan pembakaran menargetkan dua toko serba ada 7-Eleven, sebuah toko furnitur, tiang listrik, dan antena jaringan seluler.

Di Pattani, tiga toko 7-Eleven menjadi sasaran serangan pembakaran terpisah. (nation)

Share: