34.000 rumah tangga masih mengalami kekurangan air dan 6.100 orang terus tinggal di 97 tempat pengungsian.
Jepang, Suarathailand- Kyodonews melaporkan Otoritas Prefektur Kumamoto, Jepang, mencatat hampir 22.000 rumah mengalami kerusakan akibat gempa bumi bermagnitudo 7,1 melanda wilayah itu pada pekan lalu.
Sebanyak 21.800 rumah telah hancur, baik sebagian maupun seluruhnya, hingga saat ini; sementara 34.000 rumah tangga masih mengalami kekurangan air dan 6.100 orang terus tinggal di 97 tempat pengungsian, demikian disampaikan pihak berwenang pada Senin (10/8).
Gempa bumi bermagnitudo 7,1 pada 28 Juli melanda lepas pantai Kumamoto, hingga memicu peringatan tsunami di Teluk Ariake dan Teluk Yatsushiro.
Gempa susulan bermagnitudo 6,1 terjadi dalam waktu kurang dari satu jam setelahnya.



