3 Ribu Pekerja Terampil Thailand Dikirim ke Korsel untuk Buat Kapal

Thailand mencapai kesepakatan kirim tukang las dan teknisi ke Korsel.

 

> 3.000 pekerja terampil Thailand akan bekerja di 5 perusahaan Korsel

> Sekitar 20 ribu pekerja Thailand terdaftar secara resmi di Korea Selatan

> Thailand berencana mengirim 100.000 pekerja ke luar negeri tahun ini

 

Menteri Tenaga Kerja Thailand Phiphat Ratchakitprakarn mencapai kesepakatan dengan lima perusahaan pembuat kapal asal Korea Selatan untuk mengirim 3.000 pekerja terampil Thailand ke Korea Selatan.

Phiphat mencapai kesepakatan untuk mengirim tukang las dan teknisi mekanik Thailand pada pertemuan dengan perwakilan lima pembuat kapal Korea Selatan – HD Hyundai Heavy Industry, Hyundai Mipo Dockyard, Hyundai Samho, Samsung Heavy Industries, dan Hanwha Ocean.

Ketiga perusahaan Hyundai Group telah sepakat untuk berkolaborasi, kata menteri usai pertemuan di Lotte Hotel Seoul.

Thailand mengusulkan pengiriman pekerja dengan keahlian di bidang pembuatan kapal, teknik oseanografi, dan teknik komunikasi elektronik. Para pekerja akan fasih berbahasa Inggris dan mampu belajar bahasa Korea.

Dia menambahkan, pertemuan tersebut telah meyakinkan Korea Selatan tentang prosedur ekspor pekerja Thailand.

Kepolisian Kerajaan Thailand tahun lalu meluncurkan tindakan keras terhadap situs-situs perdagangan manusia yang menipu warga Thailand untuk bekerja di Korea Selatan.

Phiphat mengatakan ada sekitar 20.000 pekerja Thailand yang terdaftar secara resmi di Korea Selatan. Mereka setidaknya memiliki gaji lima kali lebih tinggi dibandingkan di Thailand. 

Kementerian berencana menambah jumlah pekerja Thailand yang dikirim ke Korea Selatan sebanyak 3.000-4.000 tahun ini.

Thailand berencana mengirim 100.000 pekerja ke luar negeri tahun ini. Jumlah tersebut akan meningkat untuk memenuhi permintaan di Australia dan negara-negara Eropa Timur seperti Polandia.

Menteri menambahkan bahwa Thailand tidak memiliki masalah dalam meningkatkan keterampilan teknis pekerjanya, namun ia telah meminta agen perekrutan untuk meningkatkan kemahiran bahasa, terutama dalam bahasa Korea, Jepang dan Inggris.

Share: