Kemendagri Spanyol menyebut sekitar 72.000 orang memasuki kota tersebut dan sekitar 70.000 di antaranya kemudian kembali ke Maroko.
Ceuta, Suarathailand- Sputnik melaporkan Wali Kota Ceuta Juan Jesus Vivas mengonfirmasi kematian terhadap setidaknya 100 imigran yang berusaha memasuki kota enklave Spanyol yang terletak di Afrika Utara tersebut.
Stasiun radio Cadena SER melaporkan sedikitnya 141 migran tewas saat berusaha memasuki Ceuta.
"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas tragedi yang tak tidak dapat dikendalikan akibat sekitar 100 korban jiwa karena gelombang besar krisis migrasi ini," kata Vivas pada Kamis (6/8).
Vivas meyakini kemampuan lembaga-lembaga Eropa untuk membantu Spanyol dalam mengatasi krisis tersebut.
Sebelumnya Ceuta yang terletak di Afrika Utara dan berbatasan dengan Maroko, menghadapi gelombang besar kedatangan imigran.
Kemendagri Spanyol menyebut sekitar 72.000 orang memasuki kota tersebut dan sekitar 70.000 di antaranya kemudian kembali ke Maroko.
Sementara itu Raja Spanyol Felipe VI akan melakukan kunjungan resmi ke Ceuta setelah krisis migrasi terjadi di kota tersebut akibat masuknya para imigran secara besar-besara dari Maroko.
Rencana kunjungan Raja Spanyol itu disampaikan Wali Kota Ceuta Juan Jesus Vivas setelah bertemu Raja Felipe VI di Istana Marivent di Mallorca, Spanyol, Kamis (6/8).
"Raja Felipe VI berkomitmen untuk melakukan kunjungan ini, karena beliau selalu memenuhi kewajibannya. Saya tidak bisa menyebutkan kapan tepatnya, tetapi saya yakin beliau akan menepati janjinya kepada saya dan datang ke Ceuta," kata Jesus Vivas.




