Kena Malu, Trump Marah Minta Usut Kebocoran Info Stok Amunisi AS Minim

CNN kemudian melaporkan bahwa Trump murka atas kebocoran informasi itu kepada media.


AS, Suarathailand- Surat Kabar The Wall Street Journal pada Kamis (6/8)  melaporkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memerintahkan penyelidikan baru terkait pengungkapan informasi mengenai persediaan amunisi Pentagon.

Trump memerintahkan penyelidikan setelah CNN menyebut AS telah menggunakan sekitar 80 persen persediaan sistem pertahanan rudal THAAD dan sekitar setengah dari rudal anti-pesawat Patriot, terutama untuk operasi militer terhadap Iran.

CNN kemudian melaporkan bahwa Trump murka atas kebocoran informasi itu kepada media.

NBC sebelumnya melaporkan Departemen Pertahanan Amerika Serikat akan menggelar rapat darurat untuk membahas kekurangan persenjataan setelah ada percakapan telepon bernada marah dari Donald Trump kepada Wakil Menteri Pertahanan AS Steve Feinberg.

Laporan tersebut menyatakan bahwa rapat akan berlangsung pada Jumat malam waktu setempat dan akan dihadiri sejumlah pejabat tinggi militer serta pejabat yang membidangi pengadaan alutsista.

Pada 24 Juni, Gedung Putih meminta Kongres AS menyediakan dana tambahan sebesar 87,6 miliar dolar AS, termasuk di antaranya 67,15 miliar dolar AS untuk Pentagon.

Sebagian besar paket pendanaan itu untuk menutupi biaya yang berkaitan dengan agresi militer AS terhadap Iran.

Center for Strategic and International Studies (CSIS) Juli lalu memperkirakan AS telah menghabiskan lebih dari 1.500 rudal untuk sistem pertahanan udara Patriot dan 200 rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara Terminal High Altitude Area Defense (THAAD).

Share: