Rencana ini sebagai upaya transformasi pelayanan digital di bidang haji dan umrah Kemenag ke depan.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berencana membuat program manasik bagi para calon jemaah haji Indonesia menggunakan teknologi metaverse.
Ia menganggap rencana itu sebagai upaya transformasi pelayanan digital di bidang haji dan umrah Kemenag ke depannya.
"Memberikan pelayanan ke jemaah. Ini dikembangkan bukan hanya soal pendaftaran saja. Manasik itu kita laksanakan dengan cara apa tadi Pak Dirjen? Dengan cara-cara metaverse," kata Yaqut di acara Rakernas Ditjen PHU Kemenag di Pondok Gede yang disiarkan di Youtube Informasi Haji, Kamis (17/3).
Program manasik menggunakan metaverse itu, kata dia, akan memberikan kesan langsung bagi calon jemaah hadir langsung dalam Masjidil Haram dan Masjid Nabawi meski virtual.
Program itu nantinya akan lebih memudahkan calon jemaah ketimbang menggunakan manasik secara konvensional.
"Kalau manasik yang konvensional kan cuma diceritain. Kita paksa para jemaah membayangkan. Nah kalau kita bisa beradaptasi dengan teknologi, Mereka bisa merasakan di sekeliling kakbah. Bagaimana sa'i, mereka rasakan sendiri," kata dia.
Yaqut mengatakan program Metaverse juga dimanfaatkan untuk mengajarkan jemaah memanfaatkan sarana dan prasarana lain selama menjalankan umrah.
Salah satu contohnya, kata dia, jemaah bisa diajarkan memanfaatkan penggunaan toilet di pesawat hingga memanfaatkan sarana dan prasarana hotel lewat metaverse. (kemenag, tempo)




