Menurut Ma'ruf, kemajuan teknologi informasi mesti difilter agar tak memicu perpecahan bangsa.
Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin meminta masyarakat mewaspadai kemajuan teknologi menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Hal tersebut kerap ditunggangi akun palsu yang menyebar hoaks dan fitnah, peristiwa ini telah terjadi di Amerika Serikat.
"Disebutnya apa ini? Propaganda komputasional," ujar Wapres, Sabtu, 4 Juni 2022.
Hal itu diungkap Ma'ruf saat sarasehan bersama pimpinan Nahdlatul Ulama di Mojokerto, Jawa Timur. Menurut Ma'ruf, kemajuan teknologi informasi mesti difilter agar tak memicu perpecahan bangsa.
Menurut Wapres, propaganda komputasional saat ini telah masuk ke dalam tatanan masyarakat hingga ke anak-anak. Ma'ruf mengimbau agar hal ini dapat disikapi dengan baik oleh seluruh masyarakat, termasuk para guru dan santri.
“Sebab sekarang sudah masuk kemana-mana, masuk ke dapur, masuk ke kamar anak-anak kita, membuat keraguan, dan juga membuat perpecahan-perpecahan,” kata dia.
Ma’ruf berharap agar para guru dan santri bisa mencegah upaya penyesatan yang terjadi di dunia maya tersebut. Jangan sampai hal tersebut merusak dan menyesatkan.
Wapres berharap literasi digital santri ditingkatkan. Sehingga, mereka mengerti apa yang boleh dan tak boleh dilakukan dalam menyikapi perkembangan teknologi informasi. (antara, micom)




