Walhi menyebut banjir yang merendam Sintang selama empat pekan sudah tergolong sebagai bencana ekologis.
Direktur Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalimantan Barat, Nicodemus Ale mengaku kecewa respons pihak Istana yang mengungkapkan Jokowi tidak ada agenda engunjungi daerah banjir di Sintang, Kalimantan Barat.
Nico mengungkapkan undangan presiden untuk datang ke Sintang tidak hanya datang dari Walhi, namun juga suara masyarakat yang meminta perhatian pemerintah atas kondisi lingkungan saat ini.
"Walhi Kalbar yang meminta untuk presiden datang, ini adalah suara dari masyarakat, suara dari lingkungan," kata Nico, Jumat (18/11).
Nico mengatakan bahwa banjir yang merendam Sintang selama empat pekan sudah tergolong sebagai bencana ekologis.
Sehingga, percuma jika Jokowi hanya memiliki pengetahuan mengenai kerusakan alam dan segala situasinya namun tidak melakukan tindakan. Terutama, terkait bencana ekologis di Sintang. (cnnindo)




