Rusia menggunakan 36 rudal dalam serangan terbaru dan hanya empat rudal yang berhasil dicegat.
Kyiv, Suarathailand- Melalui media sosial X, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut ada rudal Korea Utara yang digunakan Rusia dalam serangan udara terbaru ke negaranya, termasuk Ibu Kota Kiev.
Zelenskyy memastikan asesmen teknis masih berlangsung di titik-titik yang terdampak serangan rudal balistik Rusia.
"Temuan awal, pada salah satu fasilitas energi utama yang rusak, pihak Rusia menggunakan rudal KN-23 yang diproduksi dan dipasok Korea Utara," kata presiden Ukraina itu.
Ia menyebut temuan itu sebagai "satu bukti lagi bahwa sanksi global masih harus diperkuat secara signifikan".
Rusia menggunakan 36 rudal dalam serangan terbaru dan hanya empat rudal yang berhasil dicegat, kata dia, sembari menyoroti stok instalasi pencegat rudal Patriot yang semakin menipis.
Dalam hal itu, menurut Zelenskyy, Amerika Serikat ada dalam "posisi terbaiknya" untuk menolong Ukraina, dengan Kiev terus mengusahakan percepatan pengiriman serta penyampaian pesan yang diperlukan kepada Washington supaya Ukraina menerima bantuan untuk melindungi rakyatnya.
"Hal ini jadi semakin penting saat ini -- tak hanya menjelang musim dingin, tapi juga menjelang satu upaya bersama yang baru dengan mitra-mitra kita untuk menghidupkan kembali negosiasi," kata dia.
Ia lantas menuding Rusia berusaha membuat tekanan baru terhadap posisi negosiasi Ukraina dan sekutunya di saat kedua negara menyongsong negosiasi trilateral yang dimediasi AS pada Selasa depan di ibu kota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi.
"Kami berharap Amerika Serikat, sebagaimana mitra-mitra kami yang lain, akan bertindak sesuai prinsip" kata presiden Ukraina itu.
Zelenskyy juga mengatakan telah memerintahkan Menteri Dalam Negeri Ivan Vyhivsky dan pemerintah daerah untuk mempersiapkan rute cadangan dan transportasi tambahan ke Kiev, mengingat saat ini belum ada rencana kontingensi di tingkat kota.
Negaranya saat ini mengandalkan kontribusi baru dari negara-negara Eropa, katanya sembari memastikan akan ada paket dukungan energi dan logistik baru untuk Ukraina.
Sebelumnya pada Sabtu, Angkatan Udara Ukraina menyebut telah menembak jatuh 149 dari 172 drone dan empat rudal balistik yang diluncurkan Rusia ke Kyiv.
Kementerian Pertahanan Rusia membenarkan telah meluncurkan serangan besar-besaran ke ibu kota Kiev yang mengenai infrastruktur industri militer, energi, dan transportasi di sana, termasuk Jembatan Pivnichnyi.
Rusia mengeklaim infrastruktur yang mereka serang digunakan Kiev untuk mendukung Angkatan Bersenjata Ukraina.




