“Tiap Iran membunuh seorang tentara Amerika, mereka akan membayar berkali-kali lipat atas tindakan itu,” tulis Trump.
AS, Suarathailand- Anadolu melaporkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Iran akan membayar mahal jika ada tentara AS yang tewas di tengah berlanjutnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Melalui medsos Truth Social Trum menyebut yiap Iran membunuh seorang tentara Amerika, mereka akan membayar berkali-kali lipat atas tindakan itu.

Trump mengatakan arahan tersebut telah disampaikan kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Daniel Caine, serta seluruh pimpinan militer AS.
Pernyataan itu muncul ketika militer AS terus melancarkan serangan udara ke sejumlah wilayah di Iran, yang sebagian besar menyasar kawasan selatan negara tersebut.
Teheran membalas dengan melancarkan serangan yang menargetkan fasilitas dan pangkalan yang diklaim digunakan militer AS di sejumlah negara di kawasan.
Pentagon mengonfirmasi tiga kematian personel militer AS selama akhir pekan, terdiri atas dua prajurit di sebuah pangkalan militer di Yordania dan satu serdadu lainnya di Irak utara.
Baku tembak antara kedua negara terjadi meskipun Amerika Serikat dan Iran telah menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni lalu untuk mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju perjanjian damai yang berkelanjutan.
AS dan Iran disebut tengah mempertimbangkan gencatan senjata selama 10 hari guna menghentikan permusuhan dan mendorong dimulainya kembalinya negosiasi. Usulan tersebut juga mencakup pencabutan pembatasan di Selat Hormuz.
Gedung Putih menyatakan upaya diplomatik sedang berlangsung seiring dengan langkah-langkah untuk meminta pertanggungjawaban Iran atas kematian personel militer AS.
“Saat ini, Presiden Trump berfokus memastikan Iran mempertanggungjawabkan pelanggaran terhadap nota kesepahaman serta aksi terorisme yang terus dilakukan di Selat Hormuz,” kata seorang pejabat AS.
Pejabat tersebut menambahkan bahwa pemerintahan Trump juga akan meminta Iran bertanggung jawab atas tewasnya tentara AS baru-baru ini.
“Pukulan telak ini akan terus berlanjut sampai presiden memutuskan sebaliknya, tetapi pembicaraan antara negara kita terus berlanjut,” ujarnya.




