Trump menolak usulan Putin dalam sebuah panggilan telepon sebelumnya pada pekan ini.
AS, Suarathailand- Media AS Axios melaporkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak usulan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk memindahkan uranium yang diperkaya milik Iran ke Rusia sebagai bagian dari kesepakatan guna mengakhiri konflik AS-Israel dengan Iran.
Trump menolak usulan Putin dalam sebuah panggilan telepon sebelumnya pada pekan ini, menurut sejumlah sumber kepada Axios, situs web berita Amerika yang berbasis di Arlington, Virginia.
Dalam pembicaraan via telepon dengan Trump pada Senin (9/3), Putin mengajukan beberapa gagasan, termasuk usulan terkait uranium, untuk mengakhiri perang, papar laporan tersebut.
"Ini bukan pertama kalinya usulan tersebut diajukan. Usulan itu belum diterima. Posisi AS adalah kami perlu memastikan uranium tersebut diamankan," kata seorang pejabat AS, seperti dikutip Axios.
Masih belum jelas apakah Iran akan menerima usulan tersebut saat ini. Dalam putaran terakhir perundingan sebelum perang, Iran menolak gagasan pemindahan tersebut dan mengusulkan pengenceran uranium di dalam fasilitas milik mereka di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA), menurut laporan tersebut.
Sejumlah laporan berita menyebutkan pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan pengiriman pasukan operasi khusus ke Iran untuk mengamankan atau menyita uranium dengan tingkat pengayaan tinggi milik negara tersebut.
Ketika ditanya dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada Jumat mengenai adanya operasi yang dilakukan untuk merebut uranium yang diperkaya dari Iran, Trump menjawab, "Kami tidak fokus pada hal itu. Namun, pada titik tertentu, kami mungkin akan melakukannya."




