Dugaan pencurian teknologi AI oleh China dari perusahaan-perusahaan Amerika kemungkinan akan menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan puncak tersebut.
AS, Suarathailand- Kyodonews melaporkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akan membahas isu kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dengan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan tatap muka kedua pemimpin tersebut di Washington pada September mendatang.

"AS harus mendominasi masa depan, dan itu termasuk menjadi negara adidaya nomor satu dalam kecerdasan artifisial," kata Trump dalam sebuah acara di Washington yang mengumumkan inisiatif untuk melindungi warga AS dari kenaikan tagihan listrik akibat pertumbuhan pesat pusat data AI.
"AS memimpin China. Kami ingin mempertahankan posisi itu," ujar Trump.
"Presiden Xi akan datang pada 24 September, dan kami telah membicarakan hal itu ketika saya berada di Beijing, dan kami akan membahasnya lagi."
Karoline Leavitt, Juru Bicara Gedung Putih, mengisyaratkan dugaan pencurian teknologi AI oleh China dari perusahaan-perusahaan Amerika kemungkinan akan menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan puncak tersebut.
"Selalu ada berbagai topik yang dibahas. Saya membayangkan ini akan menjadi salah satu hal yang sangat penting bagi presiden dan pemerintahan ini," kata Leavitt dalam konferensi pers ketika ditanya mengenai dugaan tersebut.
Pernyataan mereka disampaikan sehari setelah Amerika Serikat menuduh perusahaan rintisan AI asal China, Moonshot AI, mencuri teknologi dari model paling mutakhir milik Anthropic, Claude Fable 5.
Penasihat utama teknologi Gedung Putih Michael Kratsios mengatakan pemerintah AS memiliki informasi yang menunjukkan Moonshot AI memanfaatkan model Claude Fable 5 milik Anthropic untuk melatih model AI terbarunya, Kimi K3, melalui teknik distillation.
Tuduhan tersebut muncul di tengah meredanya ketegangan hubungan Washington dan Beijing, ketika kedua negara tengah mempersiapkan pertemuan puncak di Gedung Putih.




