TNI AL Tangkap Dua Kapal Tanker Bermuatan Minyak Sawit Dinakhodai WN Rusia dan China

Kedua kapal ini diduga melakukan pelanggaran karena tidak dilengkapi dokumen yang sah.

Panglima Koarmada I Laksamana Muda Arsyad Abdullah mengatakan TNI Angkatan Laut melalui Komando Armada I (Koarmada I) mengamankan dua kapal tanker bermuatan minyak sawit di dua lokasi berbeda. 

Kedua kapal ini diduga melakukan pelanggaran karena tidak dilengkapi dokumen yang sah.

Penangkapan pertama dilakukan oleh KRI Beladau-643 yang mengamankan kapal tanker MT World Progress. Kapal ini ditangkap saat sedang melakukan pelayaran dari Dumai menuju India di Selat Malaka, Rabu (27/4).

“KRI Beladau-643 menangkap kapal tanker MT World Progress yang mengangkut palm olein 34.854,3 metrik ton di wilayah perairan Selat Malaka yang merupakan perairan teritorial Indonesia,” kata Arsyad dalam keterangannya, Kamis (28/4).

MT World Progress merupakan kapal tanker berbendera Liberia yang dinakhodai Belov Alexander berkebangsaan Rusia. Jumlah anak buah kapal (ABK) dalam kapal tersebut sebanyak 22 orang yang terdiri dari tujuh warga Rusia, enam warga Ukraina, dan sembilan warga India.

Kapal tanker ini diduga melakukan pelanggaran dokumen dengan spesifikasi gross tonnage (GT) kapal yang tertera pada salah satu dokumen berbeda dengan dokumen yang lain. 

Selain itu, spesifikasi kapasitas mesin pendorong yang tertera pada salah satu dokumen pun berbeda dengan dokumen yang lain.

Di tempat berbeda, KRI Siribua-859 menangkap kapal tangker MT Annabelle yang mengangkut Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah sebanyak 13.357,425 metrik ton di perairan barat Kalimantan, Kamis (28/4). 

Kapal ini juga diketahui bermuatan metanol sebanyak 98 drum. Lima drum di antaranya tersegel dan 93 drum telah terpakai.

Kapal tanker MT Annabelle berbendera Kepulauan Marshall yang dinakhodai oleh Zhao Junfeng warga China dengan jumlah ABK 24 orang dari negara yang sama. diduga melakukan tindak pidana pelanggaran membawa muatan metanol tanpa dilengkapi dokumen angkutan barang berbahaya.

Arsyad menambahkan, pihaknya telah menangkap sebanyak lima kapal yang bermuatan minyak sawit. Jumlah ini merupakan hasil penangkapan dalam kurun waktu dua pekan terakhir. (tnial, antara)


Share: