Thailand Selatan Belajar Dakwah Islam Moderat dari NU Melalui Pesantren

Delegasi Majelis Agama Islam Pattani Thailand juga belajar cara mengelola kehidupan keagamaan dalam wadah negara modern, negara nasional.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ulil Abshar Abdalla, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) A Ginanjar Sya'ban, dan Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU H Qohari Cholil menerima kunjungan Majelis Agama Islam Pattani, Thailand bagian selatan, di lantai 3 Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta (30/4/2024).

Ketua PBNU H Ulil Abshar Abdalla mengatakan kunjungan ulama dari Thailand ini bertujuan silaturahim sekaligus belajar tentang dakwah Islam dari NU, terutama melalui pendidikan dan lembaga pesantren.

Kiai Ulil menambahkan para kiai dari Pattani Thailand Selatan in juga belajar tentang cara mengelola kehidupan keagamaan dalam wadah negara modern, negara nasional, yang kini jadi salah satu isu penting di Thailand.

Gus Ulil menekankan kepada para kiai Thailand bahwa hubungan antara umat Islam di Asia Tenggara, terutama antara Indonesia dan Thailand bagian selatan, perlu terus dirawat karena memiliki tradisi Islam yang sama yaitu Ahlussunnah wal Jamaah.

"Kita juga menginformasikan beasiswa yang bisa mereka manfaatkan oleh warga selatan Thailand untuk belajar di pondok-pondok pesantren NU dan perguruan tinggi NU," tambah Kiai Ulil.

Penasihat Ketua Majelis Agama Islam Pattani Muhammad Wan Ahmad mengatakan ia sudah tiga hari berada di Indonesia, dan telah berkunjung ke Kementerian Agama.

"Tujuan besar kami adalah untuk bersilaturahim dan bekerja sama dengan NU di sini. Kami melihat kejayaan NU menjadi suatu inspirasi bagi kami umat Islam Pattani, " kata Wan Ahmad kepada NU Online

"Semoga kedatangan kami di sini menguatkan lagi silaturahim satu sama lain, terutama dalam ukhuwah diniyah (persaudaraan keagamaan) dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan kemanusiaan). Walaupun kita tidak ada ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan), tetapi sebenarnya kita adalah satu rumpun, rumpun Nusantara," tambahnya.

Wan Ahmad mengatakan salah satu daya tarik NU adalah kesamaan manhaj dengan yang ada di Pattani, yaitu Ahlussunnah wal Jamaah. Ia melihat NU sebagai salah satu model yang dapat menyelesaikan banyak persoalan dengan pendekatan washatiyah (moderat).

"Secara resmi kita belum menyiapkan kerja sama, tetapi ini lawatan pertama kami, dan insyaallah ke depan kami harap petinggi dan ketua kami di sana dapat bertemu dan bekerja sama dengan petinggi NU di sini. Harapannya petinggi-petinggi dua organisasi ini dapat ditemukan," pungkasnya.

Share: