Thailand Prioritaskan Penjaga Perbatasan Divaksin Covid-19

Pemerintah Thailand berencana memberikan sekitar 800.000 dosis vaksin Sinovac  kepada pasukan penjaga perbatasan.

Kementerian Kesehatan Thailand mengatakan pasukan penjaga perbatasan akan diprioritaskan untuk menerima vaksin Covid-19. Hal ini untuk pencegahan penularan Covid-19 dari pengungsi Myanmar di perbatasan.

Sejak kudeta militer 1 Februari di Myanmar, situasi memburuk dengan cepat. Ribuan penduduk desa menyeberang ke provinsi utara Mae Hong Son pada akhir pekan lalu. Mereka dilaporkan terpaksa melarikan diri setelah militer melancarkan serangan udara di sebuah desa di negara bagian Karen tenggara.

Opas Karnkawinpong dari Departemen Pengendalian Penyakit mengatakan satuan tugas Covid-19 pemerintah telah setuju untuk mengirim pasokan vaksin kepada petugas polisi dan anggota militer Thailand yang menjaga perbatasan untuk mencegah masuknya migran secara ilegal.

Dia mengatakan petugas perbatasan dianggap sebagai kelompok berisiko tinggi karena kontak rutin mereka dengan para migran yang melarikan diri dari Myanmar.

Tentara Thailand telah diminta untuk memberikan perincian tentang berapa banyak penjaga patroli yang terlibat   sehingga jumlah dosis vaksin yang sesuai dapat dikirim.

Opas menambahkan Organisasi Farmasi Pemerintah berencana memberikan sekitar 800.000 dosis vaksin Sinovac China kepada yang bertugas di perbatasan.

Sementara itu, menurut laporan Bangkok Post, Kiattiphum Wongrajit dari Kementerian Kesehatan Umum telah memerintahkan rumah sakit perbatasan di 10 provinsi untuk bersiap-siap menghadapi kemungkinan masuknya pengungsi Myanmar.

Menteri Kesehatan Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan telah mengadakan pembicaraan dengan seorang komandan militer Thailand tentang masalah ini. Dia mengatakan tentara Thailand sedang bertugas untuk mencegah migran memasuki Thailand secara ilegal. Rencananya pengungsi Myanmar akan dibawa ke tempat penampungan khusus di daerah perbatasan. (Bangkok Post)

Share: