>Militer Thailand telah mengerahkan kendaraan lapis baja M113 ke perbatasan Chong Chom dengan Kamboja.
>Pengerahan ini merupakan respons terhadap apa yang digambarkan oleh pejabat Thailand sebagai perilaku "tidak pantas" dan "provokatif" oleh tentara Kamboja di dekat pertahanan Thailand.
>Pejabat Thailand menyatakan langkah ini tindakan defensif mempertahankan kendali wilayah dan memastikan keselamatan pasukan.
Chong Chom, Suarathailand- Thailand mengerahkan kendaraan lapis baja M113 ke perbatasan Chong Chom untuk menjaga ketertiban setelah perilaku "tidak pantas" oleh pasukan Kamboja; pejabat membantah provokasi.
Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand telah mengklarifikasi penempatan ulang strategis di perbatasan "Chong Chom", yang melibatkan pengiriman kendaraan pengangkut personel lapis baja (APC) M113 untuk mengamankan perimeter.
Pejabat militer menekankan bahwa langkah ini adalah tindakan defensif dan bukan upaya untuk meningkatkan ketegangan regional.
Marsekal Udara Prapas Sornchaidee, direktur Pusat Informasi Gabungan Thailand-Kamboja (JIC), membahas situasi tersebut pada hari Kamis menyusul laporan tentang gesekan di dekat daerah O’Smach.
Marsekal Udara Prapas Sornchaidee
Menurut JIC, pengerahan pasukan dipicu oleh tentara Kamboja yang mendekati pertahanan kawat berduri Thailand dengan cara yang "tidak pantas" dan melakukan perilaku provokatif terhadap personel Thailand.
"Pihak Thailand merasa perlu untuk menyesuaikan postur pasukannya dan menggunakan kendaraan pengangkut M113 untuk mempertahankan kendali wilayah dan memastikan keselamatan pasukan kami," kata Marsekal Udara Prapas.
Militer Thailand Mengerahkan Kendaraan Lapis Baja ke Perbatasan Setelah ‘Provokasi’ Kamboja
Militer Thailand Mengerahkan Kendaraan Lapis Baja ke Perbatasan Setelah ‘Provokasi’ Kamboja
Ia mencatat bahwa tanggapan tersebut sepenuhnya mematuhi Pernyataan Bersama yang ditetapkan pada Desember 2025, yang menetapkan bahwa kedua belah pihak harus menghindari tindakan apa pun yang dapat menyebabkan eskalasi militer.
Menanggapi laporan mengenai Tim Pengamat ASEAN (AOT), JIC mengkonfirmasi bahwa pengamat Kamboja telah mengunjungi lokasi kasino di dekat perbatasan akhir pekan lalu. Namun, para pejabat mengklarifikasi bahwa tim tersebut sepenuhnya berada di wilayah Kamboja dan tidak memasuki wilayah di bawah yurisdiksi Thailand.
Thailand telah menegaskan kembali pendiriannya bahwa semua kegiatan pengamat harus dikoordinasikan terlebih dahulu melalui saluran formal, seperti Komite Perbatasan Regional (RBC), untuk menjaga transparansi.




