Thailand Incar 1 Juta Turis Timur Tengah Meski Ada Konflik

Konflik di Timur Tengah hanya berdampak kecil pada industri pariwisata Thailand karena jumlah pengunjung asing ke Kerajaan masih terus bertambah.

Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) mengincar sebanyak 1 juta wisatawan dari kawasan Timur Tengah meski konflik sedang berlangsung antara Israel dan militan Hamas.

Wakil gubernur TAT untuk Pemasaran Internasional Eropa Amerika Timur Tengah dan Afrika, Siripakorn Cheawsamoot mengatakan konflik di Timur Tengah hanya berdampak kecil pada industri pariwisata Thailand karena jumlah pengunjung asing ke Kerajaan masih terus bertambah.

Siripakorn mengatakan ketegangan ini hanya akan berdampak pada negaranya dalam jangka pendek, oleh karena itu TAT memperkirakan akan ada satu juta pengunjung dari kawasan Timur Tengah yang datang.

Ia menambahkan, jumlah pelancong dari Israel dan Iran tetap konstan, meski beberapa maskapai penerbangan harus mengubah rute penerbangannya untuk menghindari ketegangan.

“Thailand mengalami penurunan jumlah wisatawan dari Israel dan Iran hanya pada 13-15 April sebelum kembali ke tingkat normal mulai 16 April dan seterusnya,” katanya.

Penurunan jumlah tersebut disebabkan oleh janji Iran pada tanggal 2 April untuk membalas kematian tujuh orang setelah Israel dituduh mengebom kompleks kedutaan Iran di Suriah.

Ia mengungkapkan, saat ini terdapat sembilan penerbangan masuk dari Timur Tengah ke Thailand setiap minggunya: enam ke Bangkok dan tiga ke Phuket. (thenation)

Share: