Thailand Gerebek 647 Toko Sim Card Diduga Fasilitasi Penipuan Online

647 toko ritel yang diduga mendaftarkan kartu SIM untuk penjahat jadi target operasi.

Bangkok, Suarathailand- Polisi Thailand telah meluncurkan Operasi Bridge Burst untuk menindak tegas toko-toko yang mendaftarkan kartu SIM untuk penipuan pusat panggilan di seluruh negeri.

Kepolisian Kerajaan Thailand menggelar operasi tersebut untuk memutus hubungan komunikasi antara penipu dan masyarakat, meliputi sinyal telepon, internet, kartu SIM palsu, akun mule, SMS, dan platform media sosial.

Selama operasi yang dilakukan dari tanggal 1 hingga 10 Oktober, Thailand memobilisasi pasukan polisi di seluruh negeri dengan dukungan dari penyedia layanan jaringan. Mereka menargetkan 647 toko ritel yang diduga mendaftarkan kartu SIM untuk penjahat, dengan tujuan mengumpulkan bukti, mengeluarkan surat perintah penangkapan, dan mengambil tindakan hukum terhadap mereka yang mendaftarkan kartu SIM untuk penjahat.

Hasilnya, lebih dari 20 toko tertangkap basah, yang berujung pada penyitaan barang bukti penting termasuk 101.068 kartu SIM Thailand, 131 perangkat kotak SIM, 575 ponsel, 23 komputer, dan berbagai dokumen seperti salinan kartu identitas, paspor, dan izin kerja yang digunakan untuk pendaftaran nomor telepon.

Pemeriksaan tersebut mengungkap dua celah penting dalam proses pendaftaran. Pertama, meskipun peraturan pemerintah membatasi kepemilikan kartu SIM hingga lima per orang, penjahat masih berhasil memegang sejumlah besar kartu SIM.

Kedua, sistem pendaftaran daring gagal mendeteksi pendaftaran yang tidak sah, yang memungkinkan pengguna mengunggah gambar apa pun atau memasukkan teks acak alih-alih identitas mereka yang sebenarnya. Pemerintah  berencana untuk segera mengatasi masalah ini bekerja sama dengan NBTC dan penyedia layanan jaringan.

Selain itu, TCSC akan menyelidiki nomor telepon yang dilaporkan pada sistem Thaipoliceonline sebagai nomor telepon yang didaftarkan oleh toko-toko untuk penipuan pusat panggilan. Mereka akan mendakwa kasus-kasus ini dengan tegas. Pemerintah Thailand yakin bahwa tanpa layanan pendaftaran kartu SIM ini, para penjahat yang beroperasi dari negara-negara tetangga akan kesulitan menipu warga negara Thailand.

Pemerintah memperingatkan toko-toko yang mendaftarkan kartu SIM untuk penipuan pusat panggilan, penjual kartu SIM, dan semua pihak yang terlibat bahwa membantu para penjahat dalam mendaftarkan kartu SIM adalah tindakan ilegal dan akan dituntut.

Operasi ini akan terus berlanjut sebagai bagian dari kebijakan mendesak pemerintah untuk memberantas penipuan pusat panggilan dari Thailand, demikian dilaporkan KhaoSod.

Share: