Penambahan Pesawat VIP dan dua helikopter ini bertujuan memperkuat kemampuan Angkatan Udara Kerajaan Thailand (RTAF) dalam mendukung berbagai program pelatihan dan kegiatan penting.
Rancangan Undang-Undang anggaran 2025 Thailand menguraikan alokasi 12 miliar baht untuk pesawat VIP baru dan 3,3 miliar baht untuk dua helikopter penumpang (sekitar Rp7 triliun).
Penambahan Pesawat VIP dan dua helikopter ini bertujuan memperkuat kemampuan Angkatan Udara Kerajaan Thailand (RTAF) dalam mendukung berbagai program pelatihan dan kegiatan penting lainnya.
Pembelian pesawat VIP merupakan bagian dari peningkatan strategis untuk menggantikan pesawat Airbus 304 yang sudah tua yang dijadwalkan dinonaktifkan pada tahun 2029.

Panglima Tertinggi RTAF Punpakdee Pattanakul menyoroti perlunya memiliki pesawat jarak jauh untuk penumpang dan mengangkut bantuan darurat selama konflik atau bencana.
“Thailand membutuhkan pesawat jarak jauh untuk penumpang penting dan untuk memberikan bantuan selama keadaan darurat seperti perang atau bencana.”
Pesawat baru tersebut juga akan melayani perdana menteri dan anggota Kabinet, sehingga tidak lagi bergantung pada pesawat sewaan.
Baru-baru ini, Airbus 340-500 yang ada digunakan untuk mengevakuasi pekerja Thailand dari Israel dan Sudan yang menunjukkan kebutuhan praktis akan aset semacam itu.
Dua helikopter berukuran sedang tersebut akan meningkatkan operasi pencarian dan penyelamatan RTAF dan layanan darurat lainnya. Model khusus untuk pesawat dan helikopter tersebut belum dipilih, sambil menunggu persetujuan anggaran.
Punpakdee menambahkan anggaran yang disetujui harus diketahui terlebih dahulu sebelum memutuskan modelnya.
Pengadaan ini menggarisbawahi komitmen Thailand untuk mempertahankan angkatan udara yang kuat dan responsif, memastikan kesiapan untuk tugas resmi dan krisis yang tidak terduga, lapor Bangkok Post. (foro ilustrasi)




