Xi sebelumnya mengatakan jika isu Taiwan ditangani secara keliru, konflik dapat pecah antara China dan AS akan menyebabkan kemerosotan serius hubungan bilateral kedua negara.
AS, Suarathailand- Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio kepada penyiar NBC News menyatakan kebijakan Amerika Serikat terhadap Taiwan tidak berubah menyusul kunjungan Presiden Donald Trump ke China dan pertemuannya dengan Presiden Xi Jinping.
“Soal Taiwan, Kebijakan AS tetap tidak berubah hingga hari ini, termasuk setelah pertemuan yang kami lakukan hari ini. Mereka selalu mengangkat isu itu dari pihak mereka. Kami juga selalu menegaskan posisi kami, lalu melanjutkan pembahasan ke topik lainnya,” kata Menlu Rubio.
Xi sebelumnya mengatakan jika isu Taiwan ditangani secara keliru, konflik dapat pecah antara China dan Amerika Serikat yang akan menyebabkan kemerosotan serius hubungan bilateral kedua negara.
Xi juga mengatakan kepada Trump bahwa kemerdekaan Taiwan tidak sesuai dengan perdamaian di Selat Taiwan.
Taiwan telah diperintah secara terpisah dari daratan China sejak 1949. Beijing memandang pulau tersebut sebagai bagian dari wilayahnya, sementara Taiwan yang memiliki pemerintahan hasil pemilihan sendiri menyatakan dirinya sebagai negara otonom, meski belum secara resmi mendeklarasikan kemerdekaan.
Beijing menentang segala bentuk hubungan resmi antara negara asing dengan Taipei dan menganggap kedaulatan China atas Taiwan tidak dapat diperdebatkan.




