Tak Muluk-Muluk, Singapura Pertahankan Proyeksi PDB 2026 Tumbuh 2-4 Persen

Kenaikan harga dan kelangkaan minyak mentah serta produk-produk terkait akibat konflik di Timur Tengah membebani sejumlah sektor ekonomi.


Singapura, Suarathailand- Xinhua melaporkan Singapura pada Senin (25/5) mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonominya untuk 2026 pada kisaran 2 persen hingga 4 persen, dengan mengutip ekspansi kuartal pertama (Q1) yang lebih kuat dari perkiraan yang didorong oleh permintaan terkait kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), meskipun risiko dari konflik Amerika Serikat-Israel-Iran membayangi prospek global.

Kemendag Singapura mengatakan ekonomi Singapura tumbuh 6 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Q1, melanjutkan ekspansi 5,7 persen yang tercatat pada kuartal sebelumnya, didukung oleh kinerja kuat sektor perdagangan grosir (wholesale), manufaktur, serta keuangan dan asuransi.

Permintaan kuat terkait AI terus menopang pertumbuhan, kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan.

Pada saat yang sama, kenaikan harga dan kelangkaan minyak mentah serta produk-produk terkait akibat konflik di Timur Tengah membebani sejumlah sektor ekonomi, sehingga menyebabkan kontraksi pada segmen bahan bakar dan kimia dalam sektor perdagangan grosir dan klaster kimia dalam sektor manufaktur.

Pada Februari, kementerian tersebut menaikkan proyeksi pertumbuhan untuk 2026 dari 1 persen hingga 3 persen, menjadi 2 persen hingga 4 persen, dengan memperkirakan momentum kuat dari kuartal keempat (Q4) 2025, yang sebagian besar didorong oleh lonjakan investasi AI, akan berlanjut hingga 2026, seiring dengan kebijakan fiskal ekspansif di perekonomian-perekonomian utama.

Namun, sejak saat itu, prospek ekonomi global melemah setelah pecahnya konflik itu, kata kementerian tersebut.

"Permintaan terkait AI tetap kuat dan diperkirakan akan terus mendukung pertumbuhan ekonomi regional sepanjang tahun," imbuh kementerian tersebut.


Share: