Srebrenica ditetapkan sebagai lokasi genosida oleh pengadilan internasional.
Srebrenica, Suarathailand- Srebrenica menjadi simbol pembersihan etnis setelah kaum pria dan anak laki-lakinya dibantai oleh pasukan Serbia Bosnia menyusul pengepungan selama tiga tahun dalam perang Balkan pada tahun 1990-an.
Pemakaman terpidana penjahat perang yang memimpin pembantaian tersebut, pemimpin militer Serbia Bosnia Ratko Mladic, akan dilaksanakan pada hari Senin setelah kematiannya di penjara pada tanggal 27 Agustus.
Srebrenica ditetapkan sebagai lokasi genosida oleh pengadilan internasional. Berikut adalah kronologi peristiwa tragis tersebut:
1992: Penguasaan pertama
Srebrenica, sebuah kota yang mayoritas penduduknya Muslim di Bosnia timur, jatuh ke tangan pasukan Serbia Bosnia tak lama setelah dimulainya pengepungan ibu kota Sarajevo pada awal perang Bosnia bulan April 1992.
Kota-kota lain di lembah Drina bagian timur juga direbut dengan bantuan kelompok paramiliter yang menyeberang dari negara tetangga, Serbia.
Setelah sempat terusir akibat kebijakan yang disebut "pembersihan etnis", pasukan Muslim Bosnia merebut kembali wilayah kantong tersebut. Namun, pada akhir tahun, wilayah itu kembali menjadi sasaran serangan Serbia yang memutus akses jalan.
1993: 'Zona aman'
Antara bulan Maret dan April 1993, sekitar 8.000 orang dievakuasi dari wilayah kantong yang kian terdesak akibat pertempuran tersebut.
Puluhan orang tewas akibat pemboman oleh pasukan Serbia Bosnia.
Pada tanggal 16 April, saat kota itu dihujani tembakan tank dan artileri, Dewan Keamanan PBB menetapkan Srebrenica sebagai "zona aman" di bawah perlindungan pasukan PBB dan NATO.
Kesepakatan gencatan senjata dan demiliterisasi ditandatangani keesokan harinya di Sarajevo di bawah naungan PBB, namun kesepakatan itu tidak pernah dipatuhi.
Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) menyalurkan bahan makanan dan kebutuhan pokok lainnya ke kota tersebut, yang kini berstatus zona yang dilindungi.
Pada bulan Mei, PBB menetapkan lima zona aman lainnya — Sarajevo, Tuzla, Zepa, Gorazde, dan Bihac.
1994: Pasukan Belanda tiba
Pada tanggal 1 Maret 1994, sebuah kontingen yang terdiri dari 450 personel pasukan penjaga perdamaian PBB dikerahkan ke wilayah kantong tersebut, tempat rotasi tentara PBB sebelumnya sempat tertunda. Pasukan Belanda ini mengambil alih tugas dari pasukan penjaga perdamaian Kanada. 1995: Serangan terakhir
Pada awal Juli 1995, pasukan Serbia Bosnia menyerang posisi pemerintah Muslim di sebelah selatan, timur, dan utara wilayah kantong tersebut. Mereka menguasai posisi pasukan penjaga perdamaian pada 9 Juli setelah menyandera sekitar 30 orang.
Saat itu, tank-tank Serbia Bosnia sudah berada kurang dari dua kilometer (1,2 mil) dari kota tersebut.
Pada 11 Juli, NATO melancarkan serangan udara terhadap dua tank Serbia di pinggiran Srebrenica.
Namun, pada hari yang sama, pasukan Serbia Bosnia yang dipimpin oleh Mladic merebut Srebrenica, menyebabkan puluhan ribu pengungsi melarikan diri ke kompleks pasukan Belanda di Potocari, di pinggiran kota yang terletak di kawasan perbukitan itu.
Pasukan penjaga perdamaian dan ribuan pengungsi—sebagian besar perempuan dan anak-anak—mundur ke dalam pangkalan PBB, sementara ribuan orang lainnya berkumpul di luar.
Juli 1995: Pembantaian
Setelah Srebrenica dikuasai, Mladic memerintahkan evakuasi seluruh warga sipil, termasuk perempuan, anak-anak, dan lansia, sementara semua laki-laki yang berada dalam usia tempur ditawan.
Pada hari-hari berikutnya, lebih dari 8.000 laki-laki dan anak laki-laki Muslim dibantai secara sistematis oleh pasukan Serbia Bosnia, dan jenazah mereka dibuang ke kuburan massal.
Pihak Serbia kemudian menggali kembali banyak jenazah tersebut dan menguburkannya di tempat lain dalam upaya menyembunyikan bukti.
Kesaksian para saksi mata mulai muncul sejak 17 Juli; mereka yang berhasil meloloskan diri menceritakan kisah-kisah mengerikan tentang pembunuhan, penyiksaan, dan pemerkosaan yang dilakukan oleh pasukan Serbia Bosnia.
Masing-masing pada tanggal 24 Juli dan 16 November, pemimpin politik Serbia Bosnia Radovan Karadzic dan Mladic didakwa oleh Pengadilan Pidana Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY) atas tuduhan genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang.
Hingga saat ini, 6.880 korban pembantaian telah diidentifikasi dan dimakamkan—6.643 orang di pusat peringatan Potocari dan 237 orang di pemakaman lain di wilayah Srebrenica.
November 1995: Bosnia terbagi
Pada 21 November 1995, Perjanjian Dayton, yang dicapai di bawah tekanan internasional, mengakhiri perang tersebut. Mereka membagi Bosnia menjadi dua entitas—Republika Srpska (Serbia) dan Federasi Bosnia (Muslim-Kroasia)—yang masing-masing memiliki otonomi luas dan disatukan oleh lembaga-lembaga pusat yang lemah.




