Spesifikasi Pesawat C-130J Hercules Terbaru yang Dibeli TNI AU

Pembelian Hercules C-130 seri terbaru ini diharap bisa menjadi langkah baik dalam modernisasi pesawat TNI AU.

Kabar gembira untuk TNI AU yang akan segera membeli pesawat C-130J Hercules seri terbaru buatan Lockheed Martin.

Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengunjungi langsung pabrik Lockheed Martin di Bethesda, Maryland, Amerika Serikat.

"Dengan adanya pesawat tipe C-130J, saya percaya TNI AU akan mampu meningkatkan kemampuan, terutama dalam operasi angkutan udara secara signifikan," kata Marsekal Fadjar dalam siaran pers, Kamis (9/9/2021).

Sebelumnya TNI AU memang sudah memiliki sekitar 30 unit pesawat Hercules C-130 yang dioperasikan di tiga skadron udara.

Skadron udara yang menjadi rumah bagi Hercules C-130 yaitu Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, Skadron Udara 32 Lanud Abdul Rachman Saleh dan Skadron Udara 33 Lanud Sultan Hassanudin.

Namun mayoritas pesawat Hercules C-130 yang dimiliki TNI AU saat ini sudah berusia tua yaitu buatan tahun 1960-1990.

Pembelian Hercules C-130 seri terbaru ini diharap bisa menjadi langkah baik dalam modernisasi pesawat TNI AU.

Apalagi selama ini Hercules C-130 telah menjadi tulang punggung bagi TNI AU dalam berbagai misi di Indonesia.

"Terutama [kemampuan] dalam operasi angkutan udara secara signifikan," ujar Marsekal Fadjar lagi.

Belum diketahui berapa unit pesawat Hercules C-130 terbaru yang akan dibeli oleh TNI AU.


Spesifikasi C-130J Super Hercules

Melansir laman resmi Lockheed Martin, pesawat Hercules C-130J versi upgrade terbaru ini bisa mengangkut hingga 19.050 kilogram muatan dengan jarak jangkau 5.250 kilometer.

Ini merupakan upgrade terbaik dari Lockheed Martin untuk produk andalannya, C-130J Super Hercules.

Lockheed Martin memiliki moto bagi pesawat C-130J Hercules ini yakni 'One Aircraft, Many Capabilities' yang artinya 'Satu Pesawat, Banyak Kegunaan'.

Sesuai dengan moto tersebut, Hercules C-130J bisa difungsikan untuk berbagai jenis pesawat angkutan, misalnya:

-Membawa munisi atau senjata saat perang.

-Diubah sebagai pesawat untuk keperluan medis.

-Membwa barang dalam jumlah besar atau cargo delivery.

-Digunakan untuk Aerial Spray atau menyemprotkan cairan (pestisida, cairan kimia untuk membersihkan tumpahan minyak di laut, dsb.).

-Membantu memadamkan kebakaran dengan menjatuhkan cairan pemadam api.

-Membantu mengirimkan alat dan kebutuhan medis, misalnya vaksin Covid-19.

- Digunakan sebagai pesawat pengangkut personel dan bisa dirancang dengan kompartemen atau ruang VIP.

Untuk mesinnya, pesawat Hercules C-130J menggunakan Rolls-Royce AE 2100D3 dengan enam baling-baling komposit GE-Dowty Aerospace R391.

Dengan mesin ini, Hercules C-130J bisa terbang dengan kecepatan maksimal 675 km/jam.

Jika digunakan untuk memuat personel, pesawat ini bisa dinaiki 128 penumpang.

Bisa juga memuat 2-3 Humvees, kendaraan militer taktis militer Amerika Serikat.

Pesawat terbaru ini juga bisa melepaskan tembakan guna mendukung pertempuran di darat dalam bentuk rudal Hellfire.

Hercules C-130J juga bisa mengisi bahan bakar di udara yang memungkinkan pesawat ini bisa terbang lebih lama dan lebih jauh.

Pesawat ini juga bisa dioperasikan pada malam hari karena dilengkapi Google Night Vision dan dilengkapi dengan teknologi laser infrared yang memandu pendaratan saat minim cahaya.

Dengan segala fitur yang telah disematkan Lockheed Martin pada pesawat Hercules C-130J seri terbaru ini, maka TNI AU akan sangat terbantu jika memilikinya. (zonajakarta)


Share: