Diplomat Iran di PBB Sebut Sanksi AS Menghambat Hak-Hak Dasar Rakyat Iran

"Hak untuk hidup bukanlah alat tawar-menawar, dan penentuan nasib sendiri bukanlah hak istimewa yang dapat diberikan atau dicabut oleh negara-negara kuat. Keduanya harus dihormati, tanpa kecuali," tambahnya.


PBB, Suarathailand- Ali Bahraini, seorang diplomat senior Iran, mengecam AS atas sanksi sepihak dan tindakan permusuhan terhadap Teheran, seraya menyatakan bahwa serangan dan blokade merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk melemahkan kemandirian Republik Islam tersebut.

Bahraini yang memimpin Perutusan Tetap Republik Islam Iran untuk Kantor PBB dan organisasi internasional lainnya di Jenewa, memperingatkan bahwa tindakan koersif sepihak merupakan instrumen kebijakan yang merusak kesetaraan kedaulatan dan hak rakyat untuk menentukan nasib sendiri.

Ia mengatakan bahwa kombinasi antara serangan militer ilegal, perang ekonomi, dan blokade laut terhadap Iran mencerminkan strategi yang lebih luas untuk melemahkan sebuah bangsa yang mandiri dan tangguh.

"Hak untuk hidup bukanlah alat tawar-menawar, dan penentuan nasib sendiri bukanlah hak istimewa yang dapat diberikan atau dicabut oleh negara-negara kuat. Keduanya harus dihormati, tanpa kecuali," tambahnya.

Pernyataan duta besar tersebut disampaikan beberapa minggu setelah Amerika Serikat mengumumkan penerapan sanksi paling keras yang pernah ada terhadap Iran, menyusul kegagalan nyata dari agresi militer mereka terhadap negara tersebut.

Dalam pidatonya, Bahraini merujuk pada studi yang dilakukan oleh para ahli PBB yang menunjukkan bahwa tindakan koersif sepihak telah digunakan sebagai alat untuk memberikan tekanan ala kolonial guna merusak kesetaraan kedaulatan negara dan hak rakyatnya untuk menentukan nasib sendiri.

Bahraini menegaskan bahwa tindakan koersif sepihak tidak dapat menjadi alat yang sah untuk mencapai tujuan politik karena tindakan tersebut menimbulkan dampak kemanusiaan yang berat dan melanggar hak-hak dasar masyarakat di seluruh dunia.

Share: