"Berangkat dari vision statement, saya memilih TNI adalah kita"
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa menjelaskan visi misinya dalam waktu sekitar lima menit saat menjalani fit and proper test calon Panglima TNI bersama Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat di Kompleks Parlemen Senayan, Sabtu (6/11).
Dalam kesempatan itu, Andika menjelaskan visi misinya dalam waktu sekitar lima menit.
"Berangkat dari vision statement, saya memilih TNI adalah kita. Memang sangat singkat sekali, tetapi justru di sini saya ingin masyarakat Indonesia, masyarakat internasional untuk melihat TNI sebagai kita atau bagian dari mereka," ujar Andika, kemarin.
Andika menyebut tidak ingin menyampaikan harapan terlalu tinggi.
"Karena saya, karena kita dengan segala keterbatasan, dengan kelebihan, keanekaragaman semuanya, ya inilah kita," tuturnya.
Ia menyebut, TNI akan terus berproses untuk bekerja secara profesional. "Itu proses yang terus kami bangun. Tetapi juga saya ingin masyarakat kita, sesuai dengan pelajaran yang saya jalani waktu itu public policy dan public administration, saya ingin masyarakat kita melihat TNI sebagai organisasi yang apa adanya. Dengan segala kekurangan dan perbaikannya memang harus kami jalani," tuturnya.
Kemudian, calon Panglima TNI ini mengatakan misi yang akan ia usung harus berdasarkan Undang-undang Nomor 34/2004 tentang TNI.
Secara umum ada tiga hal, yakni; menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta melindungi segenap bangsa Indonesia.
Misi tersebut oleh Andika dijabarkan dalam beberapa fokus, yang terdiri dari operasi militer untuk perang dan operasi militer selain perang.
Pertama, mengembalikan tugas-tugas TNI sesuai dengan peraturan perundangan yang ada. Menurut Andika, selama ini TNI sudah melaksanakan tugas sesuai yang diatur dalam undang-undang, tetapi implementasinya dinilai masih banyak kelemahan.
"Dan itu yang menjadi prioritas pertama saya, bagaimana mengembalikan tugas-tugas yang kita lakukan ini dengan benar-benar berpegang kepada peraturan perundangan. Jangan kelebihan, dan harapan saya juga tidak akan mengambil sektornya kementerian atau lembaga lain," ujar dia.
Kedua, meningkatkan operasi pengamanan perbatasan.
Ketiga, peningkatan kesiapsiagaan satuan TNI.
Keempat, peningkatan kemampuan siber, terutama untuk intelijen, khususnya di daerah-daerah yang saat ini ada gangguan keamanan maupun konflik.
Kelima, peningkatan interoperabilitas di antara angkatan darat, laut dan udara
Keenam adalah penguatan integrasi penataan organisasi. Ketujuh, penguatan diplomasi militer yang sesuai dengan kebijakan politik luar negeri. (antara, tempo)




