AS Siapkan Operasi Militer Jangka Panjang Bila Diplomasi Nuklir Gagal

Reuters pada Sabtu, 14 Februari 2026, melaporkan dua pejabat AS mengungkapkan militer AS tengah menyusun rencana untuk operasi yang bisa berlangsung selama berminggu-minggu jika Presiden Donald Trump memberikan perintah untuk menyerang Iran.

Situasi ini disebut jauh lebih kompleks dan serius dibandingkan konflik-konflik sebelumnya, meningkatkan pertaruhan dalam proses diplomasi yang sedang berjalan.

Laporan ini muncul saat utusan AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, dijadwalkan mengadakan negosiasi dengan perwakilan Iran pada hari Selasa mendatang di Jenewa, dengan Oman sebagai mediator. Namun, optimisme terhadap kesepakatan tampak rendah.

Menlu Marco Rubio memperingatkan pada hari Sabtu bahwa meski preferensi Trump adalah mencapai kesepakatan, hal tersebut "sangat sulit untuk dilakukan."

Para pejabat AS sebelumnya mengungkapkan Pentagon mengirimkan tambahan kapal induk, USS Gerald R. Ford yang merupakan kapal induk terbesar di dunia, ke Timur Tengah, membawa ribuan tentara tambahan, pesawat tempur, dan kapal perusak berpeluru kendali. Kekuatan ini disiapkan untuk melancarkan serangan sekaligus bertahan dari potensi balasan.

Trump juga secara terbuka menyinggung kemungkinan perubahan pemerintahan di Iran. Ia menyatakan bahwa pergantian kekuasaan "sepertinya akan menjadi hal terbaik yang bisa terjadi."

Trump juga menunjukkan rasa tidak sabarnya terhadap diplomasi jangka panjang dengan mengatakan, "Selama 47 tahun, mereka terus bicara dan bicara dan bicara." Ia memperingatkan bahwa jika solusi diplomatik gagal, alternatif yang tersisa akan menjadi "sangat traumatis, sangat traumatis."

Share: