Sebanyak 103 penumpang pesawat Singapore Airlines SQ321 yang terluka akibat turbulensi menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan di Thailand.
Pesawat Singapore Airlines SQ321 mengalami turbulensi hebat saat terbang dari Inggris menuju Singapura. Pesawat ini akhirnya harus mendarat darurat di Bandara Suvarnabhumi Thailand pada Selasa malam (21/5). Akibat insiden turbulensi tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dan 103 lainnya terluka.

Rumah Sakit Samitivej Srinakarin Thailand melaporkan total 84 penumpang yang terluka dirujuk ke rumah sakit dan fasilitas medis lainnya. Sebanyak 19 penumpang yang mendapat perawatan di Klinik Samitivej Suvarnabhumi sehingga totalnya menjadi 103 kasus.
Hingga pukul 1 siang tanggal 22 Mei, 27 pasien telah dirawat dan dipulangkan. Namun, 41 orang masih dirawat di Samitivej Srinakarin, 15 orang di Samitivej Sukhumvit, dan dua orang di Rumah Sakit Bangkok.
Di unit perawatan kritis saat ini terdapat 20 pasien yang didistribusikan menurut kebangsaan sebagai berikut:
Di Samitivej Srinakarin:
Australia: 3
Inggris: 2
Hongkong: 1
Malaysia: 5
Selandia Baru: 1
Singapura: 1
Di Samitivej Sukhumvit:
Inggris: 4
Filipina: 1
Malaysia: 1
Singapura: 1
Di unit perawatan umum, terdapat total 38 pasien yang terbagi di beberapa rumah sakit:
Di Samitivej Srinakarin:
Amerika Serikat: 1
Australia: 6
Inggris: 8
Filipina: 5
Irlandia: 2
Korea Selatan: 1
Malaysia: 1
Selandia Baru: 2
Myanmar: 1
Spanyol: 1
Di Samitivej Sukhumvit:
Singapura: 1
Australia: 3
India: 1
Malaysia: 2
Inggris: 1
Di Rumah Sakit Bangkok:
Singapura: 2
Selain itu, sembilan pasien berhasil menjalani operasi di Rumah Sakit Samitivej Srinakarin pada 21 Mei, dan saat ini kondisinya stabil. (thenation)




