"Serangan Iran mengakibatkan hancurnya stasiun radar jarak jauh serta beberapa pesawat pengisian bahan bakar strategis AS," kata IRGC.
Teheran, Suarathailand- Kantor berita Sputnik melaporkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Jumat mengatakan telah menghancurkan pesawat pengisian bahan bakar udara AS di Qatar.
Iran sebelumnya mengatakan telah menghancurkan lokasi yang menampung jet tempur AS dan pesawat pengisian bahan bakar di Yordania.
"Para prajurit pemberani dari Angkatan Udara IRGC, selama gelombang ke-15 Operasi Nasr-2, melancarkan serangan besar dadakan ke pangkalan AS Al Udeid di Qatar," kata IRGC.
"Serangan Iran mengakibatkan hancurnya stasiun radar jarak jauh serta beberapa pesawat pengisian bahan bakar strategis AS," kata IRGC.
IRGC juga memperingatkan AS dan negara-negara di kawasan tempat pangkalan militer AS bermarkas atas kemungkinan pembalasan keras jika mereka melanggar "garis merah" Iran dengan menyerang infrastruktur dan penduduk Iran.
"Ini akan menjadi serangan balasan yang akan tercatat dalam sejarah militer," kata IRGC.
Pada malam sebelum 18 Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman dari jarak jauh untuk menjamin berakhirnya konflik militer.
Namun, sejak 8 Juli, pasukan AS telah melakukan serangkaian serangan terhadap Iran.
Komando Pusat AS mengklaim serangan tersebut sebagai balasan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Pasukan Iran kemudian membalas dengan memyerang pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah.




