>“Sistem radar musuh (AS-Israel) telah dihancurkan selama gelombang serangan sebelumnya, penghancuran target sekarang menjadi jauh lebih mudah.”
>“Serangan drone oleh pasukan yang berkorban dari Angkatan Darat Republik Islam Iran terhadap musuh Amerika-Zionis akan terus berlanjut secara berkelanjutan.”
Teheran, Suarathailand- Juru bicara unit komando operasional tertinggi Iran, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, mengatakan pasukan Iran melakukan serangan rudal terhadap instalasi militer AS setelah serangan terhadap fasilitas desalinasi di selatan Republik Islam Iran.
Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaqari mengatakan respons tersebut menyusul agresi yang berasal dari Naval Support Activity Bahrain, yang merupakan pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat yang menjadi markas Komando Angkatan Laut Pusat AS dan Armada Kelima Amerika Serikat.
"Sebagai tanggapan atas agresi teroris Amerika dari pangkalan Juffair terhadap fasilitas desalinasi Qeshm, pangkalan Amerika tersebut segera diserang oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menggunakan rudal bahan bakar padat presisi," katanya.
Pejabat tersebut menggambarkan serangan itu sebagai respons langsung terhadap serangan terhadap fasilitas yang terletak di Pulau Qeshm.
Dampak Serangan Sebelumnya terhadap Radar Musuh
Juru bicara tersebut juga merujuk pada tahap-tahap pembalasan Iran sebelumnya terhadap agresi Israel-Amerika yang kembali menargetkan Republik Islam, dengan mengatakan bahwa serangan balasan sebelumnya telah menurunkan sistem pengawasan musuh.
“Mengingat sistem radar musuh telah dihancurkan selama gelombang serangan sebelumnya, penghancuran target sekarang menjadi jauh lebih mudah.”
Operasi Drone yang Berkelanjutan
Zolfaqari selanjutnya mengindikasikan bahwa operasi udara menggunakan sistem tanpa awak akan terus berlanjut.
“Serangan drone oleh pasukan yang berkorban dari Angkatan Darat Republik Islam Iran terhadap musuh Amerika-Zionis akan terus berlanjut secara berkelanjutan.”
Pembalasan tersebut dilakukan dengan kode nama Operasi Janji Sejati 4.
Operasi tersebut dimulai sesaat setelah peluncuran agresi asing yang melanggar hukum pada Sabtu lalu. Operasi ini telah membuat IRGC menyerang target-target sensitif dan strategis di seluruh wilayah pendudukan serta kepentingan regional Amerika Serikat dengan ratusan rudal balistik dan drone serang.
Di antara target-target penting lainnya, terdapat objek-objek musuh di kota Tel Aviv, kota suci al-Quds yang diduduki, dan kota Be'er Sheva yang diduduki, yang berfungsi sebagai pusat teknologi rezim Israel, serta kapal induk Abraham Lincoln milik AS dan sebuah kapal perusak Amerika di Samudra Hindia. (Foto: dok pangkalan AS di Bahrain)




