Prabowo Tegaskan Penguatan Alutsista Bukan untuk Invasi

Menhan Prabowo menambahkan Indonesia akan membela diri apabila diserang.

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menegaskan penguatan alat utama sistem pertahanan (alutsista) bukan untuk invasi. Menurut Prabowo, doktrin pertahanan Indonesia bersifat defensif.

“Bangsa Indonesia tidak ada niat untuk invasi ke luar. Itu yang saya tegaskan di mana-mana dan itu sebetulnya yang disukai oleh tetangga-tetangga kita. Tradisi kita dan doktrin kita, wawasan pertahanan kita adalah defensif,” kata Prabowo dalam siniar atau podcast Deddy Corbuzier.

Prabowo menambahkan Indonesia akan membela diri apabila diserang.

“Kita akan mempertahankan kemerdekaan kalau kita mau dijajah kembali, tapi kita tidak mau menjajah dan menyerang," ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, ada elite yang meyakini Indonesia tidak mungkin terlibat perang dalam jangka waktu 40 tahun ke depan. Prabowo menyatakan pandangan elite tersebut merupakan sebuah kekeliruan.

“Ada beberapa oknum elite yang menurut saya enggak ngerti. Kurang baca atau kurang cerdas atau kurang apa. Gue heran juga ada yang bilang dan meyakinkan pimpinan bahwa Indonesia dalam 40 tahun ke depan tidak akan ada perang,” ujar Prabowo.

Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Komando Khusus (Kopassus) tersebut teringat ketika masih menjadi taruna. Kala itu, Prabowo hendak dilantik menjadi letnan. Seorang jenderal datang dari Jakarta ke Akademi Militer (Akmil) di Magelang.

“Ada jenderal dari Jakarta datang ke Magelang. Dia kasih ceramah ke calon perwira. 'Dalam analisa kami, Indonesia tidak akan perang dalam 25 tahun yang akan datang, karena itu para taruna sekarang lebih baik belajar sospol. Kita dwifungsi, pokoknya tidak akan perang',” ucap Prabowo menirukan perkataan jenderal tersebut

Prabowo menambahkan peristiwa itu berlangsung pada Desember 1974. Ternyata, Prabowo mengatakan tepat setahun kemudian muncul konflik di Timor Timur.

“Saya waktu itu begitu lulus saya latihan kecabangan, dasar, latihan para, latihan komando, akhirnya bulan Maret 1976 saya tiba di Timor Timur. Kemudian masuk kita ( di Timor TImur), terjadi reuni sekian angkatan. Berarti kan perangnya besar itu, bener enggak? Belum satu tahun ramalan jenderal itu tidak benar. Jadi kita tidak bisa tahu apa yang terjadi, makanya harus siap,” tegas Prabowo. (Beritasatu)


Share: