PM Thailand Tuntut Pertanggungjawaban Atas Runtuhnya Crane Tewaskan 28 Orang

PM Anutin menuntut pertanggungjawaban atas insiden runtuhnya derek yang menewaskan 28 orang dan melukai 64 orang. Ia mempertanyakan mengapa kontraktor tersebut tidak masuk daftar hitam meski pernah mengalami kecelakaan.


Bangkok, Suarathailand- Perdana Menteri Anutin Charnvirakul menyerukan agar mereka yang bertanggung jawab atas jatuhnya derek tragis di Sikhiu, Nakhon Ratchasima, untuk dimintai pertanggungjawaban.

Insiden yang melibatkan crane konstruksi dari proyek kereta berkecepatan tinggi itu mengakibatkan 28 orang tewas dan 64 orang luka-luka. Derek tersebut jatuh ke Special Express 21, menyebabkan tergelincir dan kebakaran di gerbong yang terkena dampak.

PM Anutin menginstruksikan Menteri Transportasi Phiphat Ratchakitprakarn dan Penjabat Gubernur Kereta Api Negara Thailand Anan Phonimdang untuk melakukan penyelidikan di lokasi dan mengawasi tindakan segera.

Ia menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dan mendesak agar segala upaya dipusatkan pada pemberian bantuan kepada korban luka dan melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap penyebab kecelakaan tersebut.

Selain itu, Perdana Menteri mempertanyakan mengapa kontraktor yang terlibat dalam proyek kereta berkecepatan tinggi tidak masuk daftar hitam meski kecelakaan serupa berulang. Dia merujuk pada kejadian-kejadian sebelumnya, seperti runtuhnya terowongan tahun lalu, dan menekankan bahwa pemerintah harus meminta pertanggungjawaban kontraktor atas kegagalan apa pun dalam keselamatan konstruksi. 

Anutin menegaskan, kejadian tersebut bukan sekadar kegagalan teknis, melainkan pelanggaran serius terhadap keselamatan masyarakat. Dia menyerukan semua pihak yang terlibat untuk diselidiki sepenuhnya dan mengambil tindakan hukum dan disipliner.

Meski mengakui adanya konsekuensi politik, PM Anutin mendesak agar masalah ini didekati dengan fokus teknis, dan tidak digunakan sebagai alat politik. Ia juga menegaskan kembali bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama untuk semua proyek konstruksi yang sedang berjalan dan di masa depan.

Share: