Upaya perdamaian sedang berlangsung dengan fokus pada peluang dan masa depan yang lebih baik di Thailand Selatan
Perdana Menteri Thailand Srettha Thavisin optimistis perundingan perdamaian antara pemerintah dan kelompok pemberontak di Thailand selatan terus berlanjut.
Perdana Menteri Thailand Srettha Thavisin meyakini pembicaraan damai akan berhasil untuk mengakhiri aksi kekerasan dan permusuhan di Thailand Selatan.
“Upaya perdamaian sedang berlangsung dengan fokus pada peluang dan masa depan yang lebih baik di wilayah tersebut dan menimbang mencabut keputusan darurat di wilayah tersebut bergantung pada pertimbangan keamanan,” kata Perdana Menteri.
“Saya tidak ingin berbicara tentang ketidakamanan hari ini. Saya ingin berbicara tentang peluang dan potensi. Saya ingin semua orang di provinsi perbatasan selatan mempunyai kesempatan yang sama (seperti masyarakat di daerah lain),” tambahnya.
PM Srettha menyampaikan kunjungannya ke tiga provinsi perbatasan selatan selama tiga hari dua malam itu meninggalkan kesan yang luar biasa. Dia mengungkapkan kepuasannya sebagai perdana menteri pertama dalam 10 tahun yang bermalam di wilayah tersebut.
Ia juga mendesak kepercayaan pada pemerintah yang bertujuan untuk menghubungkan masyarakat secara nasional. Mengenai kemanan. ia mencatat adanya penurunan signifikan dalam kekerasan selama setahun terakhir.
Tanggal 28 Februari lalu menandai peringatan 11 tahun penandatanganan konsensus umum mengenai proses dialog perdamaian dengan Barisan Nasional Revolusi (BRN), sebuah kelompok pemberontak besar yang aktif di Thailand Selatan.
Dalam perundingan yang dilanjutkan kembali awal Februari 2024, pemerintah dan perwakilan BRN menyepakati prinsip rancangan peta jalan yang disebut Rencana Komprehensif Bersama menuju Perdamaian (JCPP) yang menguraikan konsultasi publik, penghentian permusuhan dan menemukan solusi politik untuk mengakhiri konflik.




