PM Thailand Janji Gunakan Kekuatan Militer 'Segala Keadaan' Respons Serangan Kamboja

Thailand berkomitmen teguh untuk menjaga kedaulatan dan integritas wilayah negara sesuai dengan hukum internasional dan hak sah Thailand untuk membela diri.


Bangkok, Suarathailand- Thailand akan melancarkan operasi militer terhadap Kamboja "segala keadaan yang diperlukan" berdasarkan resolusi Dewan Keamanan Nasional (NSC) untuk mempertahankan kedaulatan di tengah bentrokan perbatasan.

Dalam pidato yang disiarkan di Television Pool of Thailand, Anutin mengatakan sejak 7 Desember 2025 telah terjadi pertempuran bersenjata antara pasukan Thailand dan Kamboja di berbagai lokasi di sepanjang perbatasan. Ia mengatakan pemerintah telah memantau situasi secara ketat di setiap tahap dan telah memerintahkan badan-badan keamanan untuk sepenuhnya mengintegrasikan upaya mereka dalam melindungi warga sipil dan secara ketat mempertahankan kedaulatan Thailand.

Pemerintah, tegasnya, tetap berkomitmen teguh untuk menjaga kedaulatan dan integritas wilayah negara sesuai dengan hukum internasional dan hak sah Thailand untuk membela diri.

Ia mengatakan NSC telah bertemu sebelumnya pada hari Senin dan memutuskan bahwa pemerintah akan bertindak sesuai dengan keputusannya:

Thailand akan melakukan operasi militer dalam segala keadaan yang diperlukan, tergantung pada kondisi di lapangan; dan tindakan militer tambahan akan diambil jika diperlukan.

Anutin mengatakan pemerintah memiliki keyakinan penuh terhadap kemampuan angkatan bersenjata Thailand, yang menurutnya beroperasi secara bijaksana, di bawah aturan yang jelas tentang penggunaan kekuatan dan prinsip-prinsip kemanusiaan, untuk melindungi warga sipil dan menjaga ketertiban di sepanjang perbatasan.

Ia juga menyatakan keprihatinannya terhadap warga yang dievakuasi ke tempat penampungan sementara di provinsi-provinsi perbatasan, seraya menambahkan bahwa ia telah memerintahkan semua instansi untuk memberikan perhatian penuh kepada mereka—termasuk perumahan, keamanan, makanan, air minum, layanan medis, dan kesejahteraan penting lainnya—semaksimal mungkin.

Untuk mencegah kepanikan dan misinformasi, Perdana Menteri mengimbau masyarakat untuk hanya mengikuti perkembangan terkini melalui saluran resmi. Ia menugaskan Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri sebagai lembaga utama untuk komunikasi publik mengenai semua isu yang terkait dengan situasi tersebut. Pemerintah, ujarnya, akan mengoordinasikan informasi dengan semua cabang angkatan bersenjata dan badan keamanan untuk memastikan bahwa pernyataan yang disampaikan kepada publik akurat, jelas, dan konsisten.

Anutin melanjutkan dengan mengatakan bahwa melindungi bangsa dan keselamatan rakyatnya merupakan tugas tertinggi pemerintah dan angkatan bersenjata. Thailand, tegasnya, tidak menginginkan kekerasan dan "tidak pernah menjadi pihak yang memulai atau menginvasi".

Namun, ia menegaskan bahwa Thailand "tidak akan membiarkan pelanggaran kedaulatannya" dan akan bertindak dengan akal sehat dan hati-hati, berpedoman pada prinsip-prinsip perdamaian, keamanan, dan pertimbangan kemanusiaan.

Ia berjanji bahwa pemerintah akan terus memberikan informasi kepada publik dan akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan nasional, kedaulatan, dan integritas wilayah, seraya berupaya semaksimal mungkin untuk melindungi rakyat Thailand.

Anutin menutup pidatonya dengan meminta publik untuk menaruh kepercayaan mereka kepada pemerintah dan kemampuan angkatan bersenjata Thailand, serta memberikan dukungan moral mereka terhadap operasi militer yang sedang berlangsung.

Share: