PM Singapura Berterima Kasih Thailand Bantu Para Korban Singapore Airlines

Menanggapi insiden tersebut, Singapore Airlines telah menerapkan pembatasan kabin yang lebih ketat selama turbulensi. Namun, maskapai ini belum mewajibkan penumpangnya mengenakan sabuk pengaman selama penerbangan.

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengucapkan terima kasih kepada Thailand atas bantuan cepatnya menyusul pendaratan darurat penerbangan Singapore Airlines di Bandara Suvarnabhumi pekan lalu. 

Perdana Menteri Thailand Srettha Thavisin berbagi di akun X-nya bahwa Wong telah meneleponnya sehari sebelumnya untuk menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Thailand dan semua pihak yang terlibat dalam tanggap darurat.

Penerbangan Singapore Airlines SQ321, yang melakukan perjalanan dari London ke Singapura, mengalami turbulensi parah saat mendekati Thailand, sehingga memerlukan pendaratan darurat di Suvarnabhumi Pekan lalu. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu penumpang meninggal dunia secara tragis akibat serangan jantung, sementara 34 lainnya masih dirawat di rumah sakit di Bangkok.

Dalam keterangannya kemarin, 27 Mei, Singapore Airlines mengabarkan 50 orang dari penerbangan 21 Mei itu masih berada di Bangkok, beberapa di antaranya sedang mendapat perawatan medis. Seluruh awak penerbangan SQ321 telah kembali ke Singapura. Pihak berwenang Thailand mencatat bahwa sebagian besar cedera melibatkan kepala atau tulang belakang, dan lebih dari selusin orang memerlukan pembedahan.

Menanggapi insiden tersebut, Singapore Airlines telah menerapkan pembatasan kabin yang lebih ketat selama turbulensi. Namun, maskapai ini belum mewajibkan penumpangnya mengenakan sabuk pengaman selama penerbangan.

Maskapai ini telah mengonfirmasi kerja sama penuhnya dengan pihak berwenang untuk menyelidiki masalah ini.

Cedera atau kematian akibat turbulensi dianggap jarang terjadi. Meskipun demikian, penerbangan Qatar Airways di atas Turki pada hari Minggu juga mengalami turbulensi ekstrem sebelum mendarat sesuai jadwal di Dublin, yang mengakibatkan 12 orang di dalamnya terluka.

Share: