Parlemen Iran Sebut Rencana Jahat AS di Perbatasan Digagalkan Iran

Qalibaf memperingatkan bahwa meskipun mengalami kegagalan, Washington dan Tel Aviv akan terus melanjutkan konspirasi mereka.


Teheran, Suarathailand- Farasnews melaporkan Amerika Serikat dan Israel berupaya memanfaatkan Wilayah Kurdistan Irak sebagai pangkalan militer untuk melancarkan serangan terhadap Iran selama perang 40 hari, namun rencana tersebut berhasil digagalkan, demikian pernyataan Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf.

Selama perang 40 hari tersebut, Amerika Serikat berupaya melancarkan operasi keamanan dan militer terhadap Iran dari Wilayah Kurdistan Irak, ujar Qalibaf kepada Presiden Patriotic Union of Kurdistan (PUK), Bafel Talabani, pada hari Selasa.

"Namun, berkat bantuan rekan-rekan Anda di kawasan ini serta respons cepat dari Angkatan Bersenjata Iran, plot musuh ini berhasil digagalkan," tegasnya.

Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang melawan Iran pada tanggal 28 Februari, yang mencakup upaya pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat tinggi dan komandan militer, di samping jatuhnya korban jiwa di kalangan ribuan warga sipil.

Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran melancarkan 100 gelombang serangan balasan selama 40 hari yang menyasar aset-aset militer AS dan Israel, sehingga menimbulkan kerusakan yang signifikan.

Qalibaf memperingatkan bahwa meskipun mengalami kegagalan, Washington dan Tel Aviv akan terus melanjutkan konspirasi mereka.

Ia secara khusus menyoroti upaya aktif AS dan Israel untuk memicu perpecahan di antara negara-negara tetangga, khususnya antara Iran dan Irak, terutama setelah mereka "terpaksa meninggalkan wilayah darat maupun ruang udara Irak".

Share: