Perusahaan Kereta China Disorot Setelah Insiden 28 Orang Tewas di Thailand

CREC sedang diawasi setelah runtuhnya derek yang menewaskan 28 orang dalam tragedi kereta Nakhon Ratchasima


Nakhon Ratchasima, Suarathailand- China Railway Engineering Corporation (CREC) menghadapi penyelidikan setelah runtuhnya derek pada proyek kereta api berkecepatan tinggi yang menyebabkan kematian 28 orang dan banyak luka-luka.

Kecelakaan tragis terjadi pada 14 Januari 2026, ketika derek konstruksi pada proyek rel kecepatan tinggi di Sikhiu, Nakhon Ratchasima, ambruk ke Kereta Ekspres Khusus No. 21, yang berjalan antara Krung Thep Aphiwat dan Ubon Ratchathani. Sedikitnya 28 orang tewas, dan lebih banyak lagi yang terluka.

Kementerian Perhubungan segera memerintahkan penyelidikan dan tindakan untuk membantu mereka yang terkena dampak. Namun kontraktor swasta yang bertanggung jawab belum memberikan penjelasan mengenai penyebab ambruknya bangunan tersebut.

Proyek yang dikelola oleh Joint Venture ITD-CREC No. 10 ini terdiri dari Italian-Thai Development Public Company Limited (ITD) dan China Railway Engineering Corporation (CREC). Konsultan proyek tersebut meliputi empat perusahaan, yaitu Epsilon Co., Ltd., Chotichinda Consultants Co., Ltd., MHPM Co., Ltd., dan WSP Thailand Co., Ltd.

CREC, sebuah jaringan Tiongkok, sebelumnya telah mengerjakan proyek-proyek penting di Thailand, seperti gedung Kantor Audit Negara (SAO), yang hancur akibat gempa bumi besar pada Maret 2025. Bencana ini menyebabkan korban jiwa dan cedera, sehingga meningkatkan kekhawatiran atas keselamatan dan operasional CREC.

CREC juga telah terlibat dalam banyak kontrak pemerintah sejak tahun 2018, menggunakan model bisnis di mana CREC membentuk usaha patungan dengan perusahaan swasta lainnya untuk mengajukan penawaran pada proyek-proyek negara. Kontrak-kontrak ini berkisar dari pekerjaan pemerintah skala menengah yang bernilai sekitar 100 juta baht hingga konsesi besar senilai 1 miliar baht.

Saat ini, kasus SAO sedang diselidiki, dan beberapa orang yang terlibat telah ditahan dan diinterogasi. Departemen Investigasi Khusus (DSI) telah menyerahkan bukti kepada Komisi Nasional Anti Korupsi (NACC), yang sedang menyelidiki setidaknya 76 orang, termasuk 70 pejabat pemerintah. Di antara mereka yang diselidiki adalah empat pejabat senior Badan Pemeriksa Keuangan.

Tragedi ini telah menimbulkan pengawasan yang signifikan terhadap praktik perusahaan-perusahaan Tiongkok yang beroperasi di Thailand, khususnya dalam penanganan proyek pekerjaan umum. Investigasi berlanjut sementara pihak berwenang mencari pertanggungjawaban atas kecelakaan tersebut dan konsekuensinya.

Share: