Pentagon Sebut Bahrain Gabung dalam Satgas Multinasional Drone Serang

Komando Pusat AS (CENTCOM) pada 13 Agustus  mengumumkan pembentukan Task Force Falcon Strike yang akan menggabungkan drone kamikaze udara, permukaan, dan bawah air, perkuat keamanan di Timur Tengah.


AS, Suarathailand- Pentagon menyatakan Bahrain telah setuju untuk berpartisipasi dalam satuan tugas multinasional pimpinan Amerika Serikat (AS) yang menangani drone serang.

Keterangan itu disampaikan dalam pertemuan ke-21 Komisi Konsultatif Militer AS-Bahrain yang dipimpin bersama oleh Wakil Asisten Menteri Perang AS untuk Timur Dekat dan Asia Tengah Michael P. DiMino dan Menteri Urusan Pertahanan Bahrain Letnan Jenderal Abdullah Al-Noaimi.

"Delegasi menilai tantangan keamanan regional, dan membahas peluang bagi Bahrain untuk terus berintegrasi dengan pasukan AS, serta berinvestasi dalam kemampuan pertahanan antipesawat, termasuk Advanced Precision Kill Weapon System (APKWS)," kata Pentagon dalam keterangannya.

Bahrain juga berkomitmen untuk berpartisipasi dalam Task Force Falcon Strike.

Komando Pusat AS (CENTCOM) pada 13 Agustus  mengumumkan pembentukan Task Force Falcon Strike yang akan menggabungkan drone kamikaze udara, permukaan, dan bawah air, perkuat keamanan di Timur Tengah.

Staf Satgas tersebut akan dipimpin oleh personel Komando Operasi Khusus AS di Florida. CENTCOM telah memulai konsultasi resmi dan mengundang negara-negara sekutu di kawasan untuk berpartisipasi.

Tujuannya adalah membentuk sistem pencegahan terpadu di wilayah tanggung jawab komando tersebut yang mencakup 21 negara di Timur Tengah, Asia Tengah, dan Asia Selatan.

Share: