Kemartiran Khamenei telah menyatukan bangsa Iran dalam penolakan yang tegas terhadap penyerahan diri dan tirani.
Teheran, Suarathailand- Farsnews melaporkan pejabat tinggi Iran Ali Akbar Ahmadian menyatakan darah murni Pemimpin Tertinggi Ayatollah Seyed Ali Khamenei yang gugur telah menyulut kebangkitan rakyat yang kuat, dan memperkuat tekad rakyat Iran melawan penghinaan dan serangan.

Ali Akbar Ahmadian menyoroti bagaimana kemartiran Khamenei telah menyatukan bangsa Iran dalam penolakan yang tegas terhadap penyerahan diri dan tirani.
“Hari ini, Pemimpin Iran yang gugur itu sendiri memasuki arena dan, dengan darahnya sendiri, menyelesaikan pembuktian bagi semua orang dan menempatkan tanggung jawab yang lebih berat di pundak kita semua daripada sebelumnya,” katanya.
Ahmadian menambahkan bahwa darah sang martir yang mengalir deras telah memicu kebangkitan rakyat yang besar, dengan rakyat Iran bangkit serempak: “Jauhkanlah dari kami untuk menerima penghinaan.”
Mengenakan pakaian hitam dan memukul dada mereka sebagai tanda berkabung, kerumunan besar telah memadati jalan-jalan di Teheran dalam beberapa hari terakhir.
Para pelayat meneriakkan slogan-slogan yang menyerukan pembalasan atas darah Pemimpin Tertinggi dan perlawanan terhadap musuh, sambil mengibarkan bendera Iran dan membawa potretnya.
Ayatollah Seyed Ali Khamenei dibunuh dalam serangan terhadap kantornya di Teheran pada hari pertama perang gabungan AS-Israel melawan Iran pada akhir Februari.
Serangan tersebut memicu respons besar-besaran dari Iran, termasuk serangan udara terhadap pangkalan dan aset militer AS di wilayah tersebut, serta serangan rudal terhadap target di wilayah yang diduduki Israel.
Otoritas Iran telah bersumpah bahwa pembunuhan Pemimpin Tertinggi tidak akan dibiarkan tanpa hukuman.
Pejabat senior tersebut menekankan perjanjian yang tak terpecahkan dari rakyat Iran, menyatakan: “Wahai para pemimpin! Kami teguh pada perjanjian kami hingga napas terakhir kami, dan selaras dengan Anda, kami menyatakan: ‘Damai bagi mereka yang berdamai dengan Anda, dan perang bagi mereka yang berperang melawan Anda.’”




