Masa jabatan Antonio Guterres, sekjen PBB kesembilan yang saat ini menjabat, akan berakhir pada penghujung 2026.
PBB, Suarathailand- Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations General Assembly/UNGA) pada Senin (15/6) menggelar dialog interaktif kelima dengan seorang kandidat untuk posisi sekretaris jenderal (sekjen) PBB berikutnya.
Maria Fernanda Espinosa, mantan presiden UNGA sekaligus mantan menteri luar negeri dan menteri pertahanan Ekuador, yang dinominasikan oleh Antigua dan Barbuda pada Mei.
Ia memaparkan pernyataan visinya serta menjawab pertanyaan dari negara-negara anggota PBB dan perwakilan masyarakat sipil mengenai kemampuan kepemimpinannya, pengalaman dan keahliannya, reformasi PBB, serta tiga pilar PBB, yaitu perdamaian dan keamanan, hak asasi manusia, dan pembangunan.
Espinosa menyebutkan bahwa dia mengincar posisi sebagai sekjen PBB di saat dunia tidak membutuhkan perumusan ulang lainnya mengenai visi multilateral, melainkan hasil nyata.
Yang dibutuhkan adalah PBB yang mampu mencegah krisis lebih awal, merespons secara lebih koheren, bertindak dengan lebih efektif, dan memulihkan keyakinan terhadap nilai tindakan kolektif.
Dia mengatakan visinya disusun berdasarkan lima pilar transformasi yang saling berkaitan, yaitu perdamaian dan keamanan, pembangunan, transformasi digital dan energi, menutup kesenjangan dalam penyampaian layanan, serta membangun kembali kredibilitas.
"Ini bukanlah sebuah rencana aksi komprehensif yang ekstensif, karena kepemimpinan politik dan keuangan yang komprehensif harus datang dari Negara-Negara Anggota.
Sebaliknya, rencana ini menyoroti bidang-bidang di mana Sekjen dapat bertindak secara paling efektif dalam lingkup kewenangannya untuk memulihkan kredibilitas dan kepercayaan terhadap PBB dengan memberikan hasil nyata," papar Espinosa.
Pada akhir April, UNGA menggelar dialog interaktif selama dua hari dengan empat kandidat sekjen PBB berikutnya, yaitu Michelle Bachelet, mantan presiden Chile sekaligus mantan komisaris tinggi PBB untuk hak asasi manusia yang dinominasikan oleh Brasil dan Meksiko.
Lalu ada Rafael Grossi, direktur jenderal Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) saat ini yang dinominasikan oleh Argentina.
Kemudian ada Macky Sall, mantan presiden Senegal yang dinominasikan oleh Burundi; dan Rebeca Grynspan, ekonom sekaligus mantan wakil presiden Kosta Rika yang dinominasikan oleh Kosta Rika.
Masa jabatan Antonio Guterres, sekjen PBB kesembilan yang saat ini menjabat, akan berakhir pada penghujung 2026. Sekjen PBB berikutnya akan mengambil alih peran tersebut pada 1 Januari 2027.




