Mahkamah Konstitusi Thailand memutuskan memecat perdana menteri karena tidak jujur.
Bangkok, Suarathailand- Mahkamah Konstitusi Thailand kembali membuat putusan mengejutkan bulan ini. Sebelumnya Mahkamah Konstitusi Thailand memutuskan untuk membubarkan partai oposisi Move Forward, kini giliran Perdana Menteri Srettha Thavisin yang dicopot.
Mahkamah Konstitusi Thailand memecat Perdana Menteri Srettha Thavisin karena terbukti melanggar etik. PM Srettha dinilai bersalah karena menunjuk seorang menteri mantan narapidana ke dalam kabinetnya.

Reuters melaporkan lima dari empat hakim Mahkamah Konstitusi Thailand memutuskan perdana menteri diberhentikan karena tidak jujur dan perbuatan PM Srettha ini "sangat melanggar standar etika."
Hakim MK Punya Udchachon mengatakan Srettha tahu bahwa Pichit Chuenban pernah divonis pada 2008 ketika ia mengangkatnya sebagai menteri. Namun, Srettha mengesampingkan rekam jejak Pichit dan tetap memasukkannya dalam kabinet pemerintahan.
Pichit Chuenban adalah pengacara yang akrab dengan keluarga eks PM Thaksin Shinawatra. Dia ditunjuk sebagai Menteri Kantor PM dalam reshuffle kabinet pada April lalu.

Pichit pernah dijatuhi hukuman enam bulan penjara pada 2008 karena kasus korupsi.
Merespons pemecatan ini, Srettha mengatakan bahwa dirinya menghormati putusan MK Thailand. Dia menegaskan selama memimpin selalu berusaha berlaku jujur. (Reuters, Foto paling bawah: PM Srettha)




