Perdana Menteri Srettha Thavisin telah menerima surat pengunduran diri Parnpree, kata juru bicara pemerintah Chai Wacharonke kepada Reuters.
Menteri Luar Negeri Thailand, Parnpree Bahiddha-Nukara, mengundurkan diri setelah dicopot dari jabatan wakil perdana menteri dalam perombakan Kabinet.
Pengunduran dirinya yang tak terduga membuat Kementerian Luar Negeri tidak punya kendali saat ia memimpin tim urusan Myanmar.
Maret lalu, badan tersebut meluncurkan inisiatif kemanusiaan yang berupaya membuka jalan bagi perundingan antara kubu bertikai di Myanmar setelah tiga tahun ketidakstabilan dan kekerasan yang dipicu kudeta militer.
Selain soal Myanmar, Parnpree juga dikenal memiliki peran penting dalam menjamin pembebasan puluhan sandera asal Thailand yang ditangkap kelompok Hamas di Jalur Gaza.
Perdana Menteri Srettha Thavisin telah menerima surat pengunduran diri Parnpree, kata juru bicara pemerintah Chai Wacharonke kepada Reuters.
"Pengunduran diri Parnpree tidak akan mempengaruhi pekerjaan pemerintah di bidang luar negeri karena sekretaris tetap dan pejabat Kementerian Luar Negeri dapat bekerja sebagai gantinya," katanya (29/4).
Tindakan pengunduran dirinya ini mengejutkan banyak orang, termasuk tokoh senior pemerintah seperti Wakil Perdana Menteri Phumtham Wechayachai. Ia mengatakan tindakan tersebut tidak terduga.




