Menteri Luar Negeri Iran pada hari Kamis menyebut rencana AS untuk melanjutkan uji coba nuklir sebagai "regresif dan tidak bertanggung jawab", menyusul arahan mengejutkan dari Presiden AS Donald Trump.
"Seorang pengganggu bersenjata nuklir kembali melanjutkan uji coba senjata atom. Pengganggu yang sama telah menjelek-jelekkan program nuklir damai Iran," kata Abbas Araghchi dalam sebuah unggahan di media sosial.
"Pengumuman (AS) tentang dimulainya kembali uji coba nuklir merupakan langkah yang regresif dan tidak bertanggung jawab serta merupakan ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan internasional," tambahnya.




