Filipina, yang menjabat sebagai ketua ASEAN, menyelenggarakan Pertemuan Khusus Para Menlu ASEAN untuk membahas krisis keamanan yang meningkat di Timur Tengah.
Filipina, Suarathailand- Pada Jumat (13/3), para menteri luar negeri Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mengeluarkan seruan bersama untuk penghentian segera permusuhan dalam konflik Timur Tengah yang meningkat.
Para Menlu ASEAN juga mendesak semua pihak untuk menahan diri sepenuhnya, melindungi warga sipil dan infrastruktur penting, dan kembali ke dialog diplomatik sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian dan stabilitas yang langgeng.
Filipina, yang menjabat sebagai ketua ASEAN, menyelenggarakan Pertemuan Khusus Para Menlu ASEAN untuk membahas krisis keamanan yang meningkat di Timur Tengah dan implikasinya yang luas terhadap stabilitas ekonomi regional, keamanan energi, serta keselamatan warga ASEAN di sejumlah area terdampak, lapor Xinhua.
"Kami menyatakan kekhawatiran serius atas situasi di Timur Tengah dan dampaknya di kawasan itu, menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati hukum internasional, termasuk Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, demi kepentingan menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan," ujar Ma Theresa Lazaro, menlu Filipina sekaligus ketua pertemuan tersebut, dalam konferensi pers usai diskusi.
Sesi ini mempertemukan para menlu dari negara-negara anggota blok tersebut dalam apa yang digambarkan Lazaro sebagai bentuk demonstrasi tekad kolektif ASEAN untuk menangani krisis dan konsekuensi yang mungkin timbul.
Selama pertemuan itu, para menteri mengadakan diskusi mendalam tentang dampak yang lebih luas dari konflik tersebut, khususnya efek berantai yang ditimbulkannya terhadap rantai pasok energi, harga komoditas, stabilitas makroekonomi, serta kesejahteraan warga ASEAN yang saat ini berada di area-area yang terdampak konflik.




