Indonesia terletak di Indo-Pasifik, kawasan yang mempertemukan kekuatan besar dunia, seperti AS, Jepang, Rusia, dan Cina.
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menghadiri Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan yang digelar di Kemhan, Kamis, 20 Desember 2022.
Dalam rapat itu Prabowo memprediksi ancaman militer masih berpotensi muncul di Indonesia. Ia menyebut hal ini bisa membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan bangsa.
"Ancaman militer bisa berbentuk ancaman kekuatan militer asing, ataupun kekuatan bersenjata di dalam negeri seperti konflik terbuka, perang konvensional, pelanggaran wilayah perbatasan, darat, laut, maupun udara, separatisme, dan ancaman infiltrasi intelijen dan spionase," kata Prabowo.
Prabowo menambahkan secara geografis, Indonesia terletak di wilayah Indo-Pasifik yang memiliki lingkungan strategis yang sangat dinamis. Indo-Pasifik merupakan kawasan yang mempertemukan kekuatan besar dunia, seperti Amerika Serikat, Jepang, Rusia, dan Cina.
Perkembangan lingkungan strategis baik global, regional, maupun nasional, yang sangat dinamis dan kompleks, memunculkan berbagai ancaman. Mulai dari ancaman militer, non militer, maupun hibrida.
Menhan Prabowo mengatakan pelanggaran wilayah di darat, laut, maupun udara, juga diprediksi masih akan terjadi. Mulai dari perbatasan laut di wilayah yuridiksi nasional, pelanggaran oleh kapal kapal asing bersenjata, dan pelanggaran wilayah udara oleh pesawat negara asing.
Pada tatanan global geopolitik dunia, Prabowo juga menilai masih dihadapkan pada persaingan kekuatan negara-negara besar. Karena itu, kebijakan pertahanan negara ia sebut harus mampu jadi solusi dalam menghadapi ancaman di tengah dinamika perkembangan lingkungan strategis regional, nasional, maupun global.
Prabowo menambahkan nantinya kebijakan penyelenggaraan pertahanan negara ini menjadi acuan bagi Kemenhan dan TNI untuk menyelenggarakan pertahanan negara. (antara, tempo)




