Mencekam, Pembebasan 425 Penumpang Kereta yang Disandera Militan di Pakistan

Pasukan keamanan Pakistan menyelamatkan 155 penumpang, membunuh 27 militan.


Pakistan, Suarathailand- Penyerang yang mengenakan bom bunuh diri duduk di sebelah penumpang yang disandera setelah militan menguasai sebuah kereta api di Pakistan barat daya, mempersulit upaya penyelamatan sehari setelah pembajakan.

Militan separatis meledakkan rel kereta api dan menembaki Jaffar Express pada hari Selasa saat kereta itu melaju dari Quetta, ibu kota Balochistan, ke Peshawar di provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan.

Pasukan Pakistan telah menyelamatkan 155 penumpang, dan pemerintah mengatakan operasi keamanan sedang berlangsung untuk membebaskan puluhan orang yang masih disandera, tanpa menyebutkan jumlah pastinya.

Tentara Pembebasan Baloch (BLA), sebuah kelompok etnis bersenjata, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu dan mengancam akan mulai mengeksekusi para sandera kecuali tahanan politik Baloch, aktivis, dan orang hilang yang katanya telah diculik oleh militer dibebaskan dalam waktu 48 jam.

BLA mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka menahan 214 sandera, dan seorang sumber keamanan mengatakan kepada Reuters bahwa ada 425 penumpang di kereta itu ketika diserang.

Jumlah militan yang terlibat dalam serangan itu tidak jelas. Sumber keamanan mengatakan pada hari Rabu bahwa 27 orang telah tewas sejauh ini.

BLA adalah yang terbesar dari beberapa kelompok etnis bersenjata yang memerangi pemerintah Pakistan di provinsi Balochistan yang kaya mineral, berbatasan dengan Afghanistan dan Iran.

Beberapa penumpang tewas, kata saksi mata

Beberapa dari mereka yang diselamatkan dibawa ke Quetta Rabu pagi, dikawal oleh pasukan keamanan, di mana kerabat mereka menunggu mereka.

"Orang-orang diserang ... penumpang terluka dan beberapa penumpang meninggal," kata Muhammad Ashraf, yang berada di dalam kereta.

Beberapa saksi yang diwawancarai oleh Geo News mengatakan bahwa mereka diminta oleh petugas keamanan untuk tetap merunduk saat terjadi baku tembak.

Rekaman dari stasiun penyiaran menunjukkan mereka yang diselamatkan bertemu dan memeluk keluarga dan teman-teman.

Seorang wanita, yang mengatakan bahwa putranya termasuk di antara penumpang yang masih disandera, berhadapan dengan menteri provinsi Mir Zahoor Buledi saat ia mengunjungi penumpang yang dibebaskan.

"Jika Anda tidak dapat melindungi kereta api, maka Anda seharusnya tidak menjalankannya. Tolong, bawa kembali anak saya," katanya.

Pakistan Railways telah menangguhkan semua operasi dari provinsi Punjab dan Sindh ke Balochistan sampai badan keamanan memastikan bahwa wilayah tersebut aman, media lokal melaporkan pada hari Rabu.

Buledi mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintah sedang berupaya untuk meningkatkan situasi keamanan di wilayah tersebut.

Share: