Kaeng Tai Pla, atau kari asam isi perut ikan, dinilai sebagai hidangan terburuk di dunia.
> Kaeng Tai Pla mungkin terlalu pedas dan memiliki aroma kuat yang tidak disukai umumnya.
> Preferensi makanan bersifat subyektif dan setiap orang berhak mengkritik setiap hidangan.
Kaeng Tai Pla mungkin tidak menarik selera para kritikus makanan internasional di platform TasteAtlas, namun makanan ini tetap memenangkan hati Perdana Menteri Thailand Srettha Thavisin dan banyak penduduk setempat di Thailand. Yang mengejutkan, predikatnya sebagai makanan terburuk di dunia memicu lonjakan penjualan hidangan Kaeng Tai Pla, khususnya di provinsi selatan Thailand. Hal ini membuktikan bahwa bahkan di dunia kuliner, tidak ada publisitas yang buruk.
Platform panduan makanan TasteAtlas meluncurkan 100 Makanan dengan Nilai Terburuk di Dunia dan mencantumkan Kaeng Tai Pla, atau kari asam isi perut ikan, sebagai hidangan terburuk di dunia.
PM Srettha mengutarakan pendapatnya mengenai pemeringkatan tersebut dalam sebuah wawancara dengan beberapa media dengan mengatakan preferensi makanan bersifat subyektif dan setiap orang berhak mengkritik setiap hidangan. Meskipun demikian, dia mengatakan secara pribadi menyukainya tetapi menghormati pendapat orang lain.
Perdana Menteri Thailand berusia 62 tahun ini mengakui bahwa Kaeng Tai Pla mungkin terlalu pedas dan memiliki aroma kuat yang tidak disukai atau familiar bagi orang asing. Faktor-faktor ini menyebabkan hidangan ini diklasifikasikan sebagai makanan terburuk di dunia.
PM Srettha menekankan meskipun Kaeng Tai Pla mungkin tidak menarik bagi orang asing, beberapa masakan Thailand lainnya telah mendapatkan posisi teratas di berbagai peringkat, seperti kari massaman, kanom krok, tom yum, pad thai, dan phad kaprao.
PM Thailand juga menyebutkan Komite Strategi Soft Power Nasional melanjutkan upayanya untuk mempromosikan masakan Thailand secara internasional namun mengakui bahwa masakan Thailand tertentu mungkin tidak disukai oleh pecinta makanan global.

Penjualan Makanan Ini melonjak di Thailand Selatan
Selain dukungan dari PM, masyarakat Thailand lainnya juga ikut mendukung hidangan kesayangan mereka, sehingga penjualannya melonjak dan menjadi makanan terburuk bagi orang asing namun menjadi hidangan terbaik bagi penduduk lokal di Thailand.
Salah satu restoran populer di provinsi selatan Satun, Nong Beer Reatuarant, melaporkan menerima lebih dari 40 pesanan lebih Kaeng Tai Pla saat pagi hari.
Pemilik restoran, Orragee Thachaphan, memberitahukan kepada media bahwa orang asing mungkin tidak familiar dengan hidangan tersebut dan mungkin mengonsumsinya secara berbeda, mirip dengan cara mereka mendekati sup krim. Namun, hidangan ini paling enak dinikmati dengan nasi, sayuran, dan hidangan lain yang memiliki rasa manis, seperti perut babi rebus merah, yang dikenal sebagai Moo Hong.
Terlepas dari peringkatnya, Orragee yakin Kaeng Tai Pla akan selalu menjadi favorit penduduk setempat.
Kaeng Tai Pla adalah hidangan Kari asam yang kaya akan isi perut ikan sebagai bahan utamanya. Pelengkap hidangan ini adalah beragam sayuran, antara lain acar rebung, terong hijau, kacang panjang, bawang merah, lengkuas, serai, daun jeruk purut, dan cabai.
Selain isi perut ikan yang difermentasi, beberapa pecintanya menambahkan daging ikan ke dalam resepnya. Jenis ikan yang disukai, terutama ikan laut seperti ikan makarel dan ikan cobia, banyak terdapat di perairan selatan Thailand.
Kuah yang dihasilkan menggugah selera dengan perpaduan pedas dan asin dari tai pla, ditonjolkan oleh perpaduan aromatik lengkuas, serai, dan daun jeruk purut.
Namun, rasa dan aroma tai pla yang menonjollah yang mungkin berkontribusi pada pembedaan hidangan ini sebagai makanan dengan peringkat terburuk secara global.




