Korut Marah, Kecam Latihan Jepang-AS-Korsel, Ancam Tindakan Balasan

Latihan trilateral Freedom Edge dijadwalkan berlangsung selama lima hari hingga Jumat. Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan latihan tersebut bertujuan menghadapi ancaman nuklir dan rudal yang ditimbulkan Korea Utara.


Pyongyang, Suarathailand- Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) melaporkan Menteri Pertahanan Korea Utara Kim Song Gi mengecam latihan militer multiranah yang melibatkan Jepang, Amerika Serikat, dan Korea Selatan dan menyebutnya sebagai "ancaman keamanan krusial" serta berjanji mengambil "tindakan balasan yang tegas."

Kim mengatakan "kerja sama militer trilateral" itu telah berubah menjadi "entitas perlawanan berbahaya yang dilengkapi unsur nuklir."

Hal itu menurutnya mengancam stabilitas di Semenanjung Korea dan kawasan sekitarnya hingga titik batas.

Latihan trilateral Freedom Edge dijadwalkan berlangsung selama lima hari hingga Jumat. Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan latihan tersebut bertujuan menghadapi ancaman nuklir dan rudal yang ditimbulkan Korea Utara.

Latihan multiranah itu mencakup berbagi data secara waktu nyata serta koordinasi maritim dan penerbangan secara terpadu, dengan fokus pada pertahanan siber.

Kim, yang baru menjabat sebagai menteri pertahanan pada akhir bulan lalu, juga menyinggung latihan gabungan Orient Shield yang melibatkan Jepang, AS, dan Australia pada akhir September.

Latihan tersebut disebut sebagai yang terbesar yang pernah digelar dan diperkirakan melibatkan pengerahan peluncur rudal Typhon milik AS.

"Pertunjukan perang yang dipimpin AS digelar satu demi satu tanpa jeda dalam ruang dan waktu," kata pernyataan tersebut.

"Kami akan menunjukkan tekad dan kemampuan kami untuk merespons tindakan musuh dengan tindakan yang lebih kuat dan tegas," lanjut pernyataan itu.

Bulan lalu, latihan militer tahunan Korea Selatan dan AS yang semula direncanakan berlangsung selama 11 hari dipersingkat setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan perintah tersebut.

Keputusan itu dipandang sebagai langkah untuk meredakan ketegangan, mengingat Trump menunjukkan keinginan untuk kembali berdialog dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Namun, Korea Utara mengatakan pengurangan skala latihan Ulchi Freedom Shield tidak mengubah apa yang dipandang Pyongyang sebagai sikap bermusuhan sekutu terhadap negaranya.

Militer AS pada Senin mengatakan latihan Freedom Edge tetap akan digelar selama lima hari sesuai jadwal.


Share: