Kontroversi: Thailand Ingin Jual Beras Berumur 10 Tahun, Beracun atau Tidak?

Phumtham mengatakan pihaknya ingin melelang beras yang tersisa dari skema penjaminan beras yang kontroversial pada pemerintahan mantan Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra.

Thailand sepeken terakhir diramaikan info soal layak tidaknya beras berusia 10 tahun untuk dikonsumsi. Info ini kemudian menjadi isu nasional dan menjadi kontroversial karena muncul pertanyaan apakah beras berusia 10 tahun yang disimpang di gudang terkontaminasi atau beracun atau tidak?

Kontroversi soal ini muncul Ketika Menteri Perdagangan Thailand Phumtham Wechayachai menyatakan pemerintah ingin menjual stok terakhir beras yang berumur 10 tahun.

Phumtham mengatakan pihaknya ingin melelang beras yang tersisa dari skema penjaminan beras yang kontroversial pada pemerintahan mantan Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra.

Dewan Konsumen Thailand (TCC) secara sukarela memeriksa kualitas beras berusia 10 tahun itu yang dibeli berdasarkan skema jaminan beras yang penuh skandal dari pemerintahan Yingluck Shinawatra. Beras ini diperiksa untuk memastikan bahwa beras tersebut aman untuk dikonsumsi oleh manusia dan/atau hewan.

Sebuah surat mendesak dikirim oleh TCC kepada Menteri Perdagangan Phumtham Wechayachai, meminta sampel beras dari semua pabrik penggilingan untuk diuji oleh laboratorium yang memenuhi syarat, setelah itu hasilnya akan dipublikasikan.

Sekretaris Jenderal TCC Saree Aongsomwang mengklaim bahwa dewan tersebut memiliki ahli di bidang makanan, obat-obatan dan produk kesehatan dan, jika perlu, sebuah kelompok kerja akan dibentuk untuk menangani masalah ini secara eksklusif.

Ia mendesak pemerintah membatalkan rencana ekspor beras tua jika hasil tes menunjukkan beras tersebut terkontaminasi racun atau karsinogen.

Pekan lalu, Phumtham, memimpin sekelompok wartawan dan pejabat perdagangan ke sebuah gudang di provinsi Surin untuk memeriksa beras tua tersebut. Dalam kunjungan tersebut, mereka menyantap sampel beras di gudang yang menurut Phumtham dicuci 15 kali sebelum dimasak.

Dia kemudian menyatakan bahwa beras tersebut masih dapat dimakan dan dia berencana untuk mengekspornya ke “beberapa negara Afrika”. (thaiger, pbsword: gambar ilustrasi)



Share: