Konflik Saudi Vs Houthi: PBB Minta Jalur Diplomasi dan Dialog Dikedepankan

PBB memperingatkan bahwa blokade di Laut Merah, yang merupakan jalur sempit (chokepoint) maritim utama lainnya selain Selat Hormuz, akan memicu konsekuensi serius.


AS, Suarathailand- Xinhua melaporkan juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric menyatakan keprihatinan atas kemungkinan eskalasi menyusul ancaman baru dari kelompok Houthi terhadap Arab Saudi, serta mendesak semua pihak untuk menyelesaikan perbedaan mereka melalui dialog dan diplomasi.

"Kami telah melihat laporan-laporan tersebut dan sangat prihatin dengan ancaman baru Houthi terhadap Arab Saudi, terhadap kebebasan navigasi, serta risiko eskalasi regional yang lebih luas lagi," kata Dujarric.

Kelompok outhi di Yaman telah mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi, setelah kedua pihak saling melancarkan serangan udara pada pekan lalu terkait penerbangan Iran ke area-area yang dikuasai oleh Houthi.

"PBB menyerukan deeskalasi segera. Kami mendesak seluruh pihak untuk menyelesaikan perselisihan mereka melalui dialog dan diplomasi. Kami menegaskan kembali bahwa Resolusi Dewan Keamanan 2722 (2024) dan berbagai resolusi lanjutan terkait serangan Houthi terhadap kapal niaga dan komersial harus dihormati sepenuhnya," ujar Dujarric.

Dujarric memperingatkan bahwa blokade di Laut Merah, yang merupakan jalur sempit (chokepoint) maritim utama lainnya selain Selat Hormuz, akan memicu konsekuensi serius.

"Hal itu akan memengaruhi arus pengiriman logistik PBB, terutama bantuan kemanusiaan dan perlengkapan pemeliharaan perdamaian. Namun yang jauh lebih mengkhawatirkan, hal tersebut akan menghadirkan kembali dampak negatif terhadap perdagangan global, perdagangan energi, serta perdagangan secara keseluruhan," kata Dujarric.

Dujarric menuturkan bahwa Utusan Khusus PBB untuk Yaman Hans Grundberg sedang berada di Muscat, Oman, untuk melakukan pembicaraan setelah merampungkan lawatannya ke Arab Saudi pada Minggu (19/7).

Dalam kunjungan tersebut, dia bertemu dengan ketua Dewan Kepemimpinan Kepresidenan, duta besar Arab Saudi untuk Yaman, dan para perwakilan dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

"Pertemuan-pertemuan tersebut berfokus pada perlunya deeskalasi dan kesepakatan pihak-pihak terkait mengenai langkah ke depan untuk mempertahankan capaian gencatan senjata yang dimediasi oleh PBB pada 2022," ujar Dujarric.

Dia menambahkan bahwa Grundberg turut menekankan pentingnya menjaga agar Yaman tidak terseret dalam eskalasi regional yang lebih luas, dan melindungi ruang bagi proses politik yang inklusif dan dipimpin oleh rakyat Yaman untuk mencapai penyelesaian konflik secara komprehensif.

Share: